Arif Hidayatullah, anak berkebutuhan khusus asal Kecamatan Pagelaran yang mendapatkan bantuan dan santunan dari Komisaris Utama PT ACA. (Foto: Nurlayla Ratri/ MalangTIMES)
Arif Hidayatullah, anak berkebutuhan khusus asal Kecamatan Pagelaran yang mendapatkan bantuan dan santunan dari Komisaris Utama PT ACA. (Foto: Nurlayla Ratri/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pekan Islami XII PT Anugerah Citra Abadi (ACA) hari ini (6/6/2018) kembali digelar. Pada pelaksanaan ke-13 ini, sebanyak 701 anak di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang mendapat santunan dan bantuan peralatan sekolah. Mereka memadati Gedung Olahraga Desa Kanigoro, salah satunya Arif Hidayatullah. 

Baca Juga : Didi Kempot Gelar Konser Amal dari Rumah, Hanya 3 Jam Donasi Capai Rp 5,3 Milliar

Dilihat sepintas, penampilan Arif tampak berbeda dari anak kebanyakan. Tubuhnya bongsor, tetapi pandangan matanya tidak dapat fokus ke satu arah. Saat teman-temannya bernyanyi mengukuti lagu-lagu hits yang dibawakan Bian eks D'Bagindas, Arif hanya bertepuk tangan, sesekali tertawa dan menggumam tidak jelas. Bocah 11 tahun itu tidak sendiri, dia datang bersama ibunya, Salinah.

Salinah mengaku Arif ditinggal meninggal bapaknya saat berusia 9 tahun. "Dia memang sejak lahir sudah cacat. Matanya yang kiri kurang bisa melihat. Kata dokter sakit autis," ujar perempuan 55 tahun itu. Arif merupakan anak bungsu dari lima bersaudara. Dia juga tidak bisa bicara, hanya kata-kata tidak jelas yang diucapkan. 

Menurut Salinah, meski sudah memasuki usia sekolah, Arif belum mendapat kesempatan menempuh pendidikan. Pasalnya, sekolah terdekat yang memiliki sistem inklusi atau menerima anak berkebutuhan khusus ada di Kecamatan Turen. Jaraknya memang jauh dari Desa Brongkal, tempat Arif tinggal. "Nggak ada yang ngantar sekolah. Akhirnya ya sehari-hari di rumah saja. Kalau main ke luar takutnya hilang," terang perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani itu. 

Tahun ini, merupakan tahun kedua Arif mendapatkan santunan dari Komisaris Utama PT ACA, Iwan Kurniawan. Salinah mengaku bersyukur mendapat bantuan itu. "Alhamdulillah dua tahun ini dapat terus. Anaknya juga senang karena bisa kumpul banyak anak-anak. Karena kalau di desa jarang ada yang mau main sama dia," tuturnya. Saat ditanya apakah Arif senang mendapat bantuan, dia hanya tersenyum dan bertepuk tangan kecil. Sedangkan tas pemberian PT ACA, tidak lepas dari pangkuannya. 

Baca Juga : SBY Persembahkan 'Cahaya Dalam Kegelapan', Lagu Bagi Para Pejuang Covid-19

Camat Pagelaran Mardiyanto mengungkapkan, jumlah anak yang mendapat santunan tahun ini lebih banyak dibandingkan dengan 2017 silam. "Dari tahun ke tahun jumlah anak yatim piatu di sini tambah banyak, sebenarnya kami berharap bisa turun. Faktornya bukan karena salah satu orang tua meninggal, tapi mereka korban retaknya rumah tangga," urainya. 

"Ini juga yang menjadi pekerjaan rumah kami, karena kondisi riil di lapangan seperti itu. Tetapi untuk anak yatim yang non-panti (tidak diasuh di panti asuhan) di luar progam santunan PT ACA ini juga ada beberapa program dari desa," paparnya.

Meski demikian, Mardiyanto tetap berharap tahun depan kegiatan Pekan Islami PT ACA terus berlanjut. Pasalnya selain bantuan, anak-anak setempat memiliki kesempatan mendapatkan hiburan dari bintang tamu yang didatangkan. 

Komisaris Utama PT ACA, Iwan Kurniawan mengungkapkan bahwa dia merasa senang dengan sambutan anak-anak yang antusias. Dia juga sempat mengajak anak-anak di sana menyanyikan lagu bintang kecil dan salawat nabi.