Petugas BPBD Kota Malang yang tengah melakukan kaji cepat bencana kebakaran di Kecamatan Lowokwaru. (Foto: BPBD Kota Malang for MalangTIMES)
Petugas BPBD Kota Malang yang tengah melakukan kaji cepat bencana kebakaran di Kecamatan Lowokwaru. (Foto: BPBD Kota Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Bencana kebakaran kembali terjadi di Kota Malang. Jumat (1/6/2018) malam, si jago merah melahap bagunan di Jalan Terusan Wijaya Kesuma, Kelurahan Jatimulyo Kecamatan Lowokwaru.

Korsleting listrik disebut sebagai pemicu kebakaran yang berlangsung saat warga setempat menggelar ibadah salat tarawih.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, akibat kejadian itu sedikitnya satu gudang, satu kandang ayam dan tembok rumah hangus terbakar.

Kejadian bermula saat warga menunaikan salat tarawih, sekitar pukul 19.40 WIB terjadi percikan bunga api di gudang milik Samian.

Api yang membesar juga sempat merambat ke rumah milik Retno yang berimpitan dengan gudang itu.

Api terlebih dulu menghabiskan isi gudang dan kandang ayam berbahan bambu yang mudah terbakar.

"Api cepat sekali merambat, dari gudang api menyambar kandang ayam dan tembok rumah Ibu Retno jadi gosong," tutur Yusufi, anggota Pusdalops BPBD Kota Malang yang datang ke Iokasi saat kejadian.

Warga yang geger Iangsung menghubungi petugas PMK dan pukul 20.30 api sudah dapat dijinakkan.

Tak ada korban jiwa dalam kebakaran ini namun Samian terpaksa merelakan gudang bambu miliknya beserta kandang ayam ludes terbakar. Untuk sementara kerugian ditaksir Rp 10 juta.

"Benar tidak ada korban jiwa, kerugian akibat kebakaran ini kami taksir sekitar Rp 10 juta. Saat ini kami masih melakukan kaji cepat dulu," beber Yusufi usai melakukan asessment. 

Kebakaran memang jadi momok yang menakutkan di saat musim kemarau.

Kondisi udara yang kering dan bahan yang mudah terbakar serta korsleting menjadi penyebab utama kebakaran.

BPBD Kota Malang kembali mengimbau seluruh warga Malang agar berhati hati dan waspada terhadap bahaya kebakaran.

Luangkan waktu untuk mengecek kondisi kelistrikan dan hindari melakukan pembakaran.