Ilustrasi (wartaprima.com)

Ilustrasi (wartaprima.com)



Motif siswi SMP di Blitar yang nekat gantung diri, EPA (16), terungkap. Kepolisian menetapkan motifnya akibat masalah penerimaan siswa baru.

Korban yang merupakan siswi SMPN 1 Kota Blitar dan ingin masuk ke SMAN 1 Kota Blitar terkendala sistem zonasi akibat rumah domisili korban yang merupakan warga Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.

Hal itu diungkapkan Kanit Reskrim Polsek Sanankulon Ipda Sunardi. Dia mengatakan, dari kesaksian ibu korban, dikatakan kalau EPA pernah mengeluh tentang masalah sistem zonasi itu. “Dari keterangan ibu korban, anaknya berencana melanjutkan sekolah SMA di Kota Blitar. Namun terbentur sistem zonasi. Padahal ibunya mengatakan anaknya kalau tidak ranking satu, ya ranking dua di sekolah,” bebernya.

Menurut Sunardi, korban bertambah resah ketika nilai danem yang keluar dirasa kurang untuk bersaing di sistem zonasi ini. “Nilainya agak jeblok memang. Karena sistem zonasi, dia takut tidak diterima di SMA Kota Blitar. Padahal kalau dihitung, nilai danemnya rata-rata sudah sembilan,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, korban mengambil surat keterangan hasil ujian (SKHU) Senin (28/5/2018). Pada saat itu korban mengetahui kalau hasil nilai ujian nasional atau danemnya menurun.

End of content

No more pages to load