Kak Seto. (Foto: Ferry/malangtimes)
Kak Seto. (Foto: Ferry/malangtimes)

MALANGTIMES - Permasalahan anak di Indonesia merupakan fenomena gunung es yang masih penuh dengan kekerasan.  Setiap tahun, keekrasan atas anak masih terus meningkat. Namun, hanya beberapa kasus yang terungkap. karenanya, harus ada kurikulum ramah anak.

Hal tersebut disampaikan Kak Setp, ditemui MALANGTIMES (TIMES INDONESIA NETWORK), usai mengahdiri Kongres Anak di Kota Batu, Jawa Timur, Jumat (7/8/2015). "Kalau jumlah kasus hanya sekitar tiga ribu per-tahun. Hanya dipucuknya saja yang terungkap.  Kasus kekerasan atas anak, ibarat gunung es. Di banyak daerah masih banyak kasus anak yang belum terungkap," kata Kak Seto.

Dunia pendidikan katanya, juga menjadi perhatian Kak Seto. "Sekolah dan kurikulum harus lebih ramah anak. Sehingga anak belajar dengan motivasi internal yang sangat tinggi bukan karena dipaksa. Dibanyak daerah masih banyak kasus kekerasan pada anak," tegasnya.

Lebih lanjut Kak Seto berharap, dengan adanya Kongres Anak, maka suara anak akan didengar oleh pemerintah dan seluruh rakyat Indoensia. "Mudah-mudahan banyak perubahan. Apalagi pemerintah sekarang dengan jargon Nawacita dan revolusi mental harus berani mengubah semua pandangan keliru mengenai anak," kata Kak Seto. (*)