Ilustrasi gantung diri yang terjadi di wilayah Wajak dikarenakan hutang (Ist)
Ilustrasi gantung diri yang terjadi di wilayah Wajak dikarenakan hutang (Ist)

MALANGTIMES - Beban hidup yang kian berat ditambah dengan hutang yang mencekik leher,  membuat perempuan berusia 42 tahun berinisial T warga Dusun Sumberputih,   Rt 03 Rw 01 Desa Sumberputih, Kecamatan Wajak, nekat gantung diri.

Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh

T yang  hidupnya dililit hutang, akhirnya memilih mengakhiri hidupnya melalui tali gantungan di dalam rumahnya sendiri. Saat suami dan anaknya tidak berada di rumah. 

Sontak,  kejadian gantung diri yang terjadi Kamis (24/5/2018) kemarin, sekitar pukul 17.30 WIB membuat heboh warga sekitar yang akhirnya melaporkan peristiwa tersebut kepada Muspika Kecamatan Wajak. 

"Warga melapor atas kejadian gantung diri salah satu warga. Kita langsung waktu itu ke lokasi kejadian," kata Camat Wajak Atsalis Supriyanto, Jumat (25/5/2018). 

Dari penuturan keluarga korban, kejadian gantung diri yang terjadi dikarenakan korban dililit hutang. Sedangkan suaminya yang berusia sekitar 65 tahun hanya seorang buruh tani. Kondisi tersebut yang akhirnya membuat T nekat melakukan bunuh diri. 

Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis

"Informasi dari keluarga korban seperti itu. Dan dikuatkan dengan Visum Et Repertum  terhadap korban di tempat kejadian oleh petugas kesehatan untuk memastikan sebab kematian korban. Tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban," ujar Atsalis yang saat itu didampingi oleh Kepala Desa Sumberputih serta petugas kesehatan dari UPT Dinas Kesehatan Puskesmas Wajak dan Bidan Desa. "Murni bunuh diri karena hutang," imbuh Camat Wajak. 

Saat ditemukan keluarga korban,  T dalam kondisi tergantung di tiang kayu dan sudah meninggal dunia. Pihak keluarga korban menerimanya sebagai musibah dan meminta korban untuk segera disemayamkan. Setelah pihak kepolisian mencatat dan memeriksa beberapa saksi serta menawarkan pemeriksaan lebih mendalam di rumah sakit yang ditolak keluarga korban.