Bapenda Siap Turunkan Tim, Genjot Pajak Reklame

May 24, 2018 08:37
Kepala Bapenda Kabupaten Malang Purnadi menyatakan pendapatan pajak reklame masih terkontrol sampai saat ini. (Nana)
Kepala Bapenda Kabupaten Malang Purnadi menyatakan pendapatan pajak reklame masih terkontrol sampai saat ini. (Nana)

MALANGTIMES - Pajak reklame merupakan salah satu pendapatan daerah Kabupaten Malang yang terbilang besar menyumbangkan anggaran bagi pembangunan. 

Baca Juga : Warga Terdampak Covid-19 di Kabupaten Malang, Bakal Dapat Pasokan Makanan Dapur Keliling

Tercatat, tren kenaikan dari pajak reklame pun terbilang positif setiap tahun. Pada 2016, misalnya, pendapatan pajak reklame mencapai angka Rp 2,5 miliar. Meningkat tahun berikutnya menjadi Rp 3,54 miliar. Artinya terdapat kenaikan sekitar Rp 1 miliar lebih yang dibukukan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang tahun 2017.

Tren positif tersebut membuat Bapenda Kabupaten Malang terus melakukan beberapa terobosan dalam mempertahankannya. Misalnya, menurunkan tim khusus dalam upaya pemantauan berbagai reklame yang ada di wilayah Kabupaten Malang. 

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bapenda Kabupaten Malang Purnadi. Dia menyatakan, pihaknya akan terus berusaha memaksimalkan pendapatan pajak daerah dari pajak reklame tersebut. 

"Tentunya kami akan terus genjot untuk mendapatkan pendapatan lebih besar dari tahun lalu. Salah satunya dengan adanya pemantauan dari tim kami, " kata mantan kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang, Kamis (24/5/2018) kepada MalangTIMES. 

Pemantauan tersebut dalam upaya melakukan identifikasi reklame yang ada. Baik reklame papan/bilboard/videotron/megatron,  kain,  reklame melekat seperti stiker maupun reklame berjalan. Hasil identifikasi tersebut menjadi bagian dari evaluasi Bapenda untuk menggejot pendapatan daerah dari sektor pajak. 

Baca Juga : Dinsos-P3AP2KB Salurkan Bantuan bagi 1.666 Warga Miskin

Purnadi melanjutkan,  pemantauan tersebut terus dilakukan di lapangan. Khususnya nanti di dua minggu sebelum dan sesudah Lebaran di daerah-daerah pariwisata. 

"Kami intensifkan nanti di waktu-waktu tersebut. Tapi sekali lagi ranah kami masih di tahap pemantauan, bukan penindakan," ujar Purnadi yang menyampaikan, untuk operasi dan penindakan ,pihaknya akan bersinergi dengan pihak satpol PP dan kejaksaan. 

Disinggung kondisi reklame saat ini berkaitan dengan pendapatan yang diperoleh,  Purnadi menegaskan  kondisinya masih aman. "Masih aman dan kami masih punya waktu untuk lebih memaksimalkan pendapatan dari pajak reklame," ungkapnya.   

Dari data yang tercatat, pendapatan pajak reklame terbesar tahun 2017 masih didominasi dari reklame papan/bilboard/videotron/megatron sebesar Rp 2,76 miliar. Sedangkan untuk reklame kain sebesar Rp 778 juta dan reklame melekat Rp 116 ribu. Sedangkan reklame berjalan berhasil meraup Rp 4,1 juta.  (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
bapenda kabupaten malangPemkab MalangPurnadiPajak reklame

Berita Lainnya

Berita

Terbaru