Pasar Ngebruk yang rencananya masuk dalam salah satu program rehabilitasi pasar di tahun 2018 (dok Nana)
Pasar Ngebruk yang rencananya masuk dalam salah satu program rehabilitasi pasar di tahun 2018 (dok Nana)

MALANGTIMES - Pemerintah Kabupaten Malang terus mengupayakan daya saing perekonomian masyarakat melalui rehabilitasi pasar daerah di tengah semakin maraknya ritel modern maupun produk luar negeri yang memenuhi ceruk pasar lokal. 

Baca Juga : Warga Terdampak Covid-19 di Kabupaten Malang, Bakal Dapat Pasokan Makanan Dapur Keliling

Rehabilitasi pasar daerah yang masih bercorak tradisional tersebut,  direncanakan berada di lima pasar yang ada di Kabupaten Malang dan  terletak di jalur-jalur provinsi yang memiliki nilai strategis bagi pertumbuhan ekonomi. 

Untuk merealisasikan hal tersebut,  Pemerintah Kabupaten Malang pun menggelontorkan anggaran sebesar Rp 5 miliar untuk membangun sedikitnya lima pasar tersebut. 

Anggaran  tersebut terbilang minim sebenarnya dibandingkan dengan kebutuhan riil dalam membangun dan menguatkan keberadaan 34 pasar daerah dalam konteks daya saing dengan tumbuh kuatnya pasar atau ritel modern yang menyerbu sampai ke pelosok desa. 

"Kalau tentang kecil memang kecil,  tapi ini terus kita jalankan secara bertahap untuk membangun atau merehabilitasi pasar tradisional yang ada. Kita manfaatkan berbagai sumber dana untuk menguatkan perekonomian kita melalui pasar tradisional," kata Dr H Rendra Kresna Bupati Malang, Selasa (22/5/2018). 

Dengan kondisi tersebut, rehabilitasi lima pasar yang rencananya akan dilaksanakan di Pasar Pakisaji, Pasar Jeru, Pasar Cungkal, Pasar Ngebruk, dan Pasar Sumberpucung, akan diprioritaskan pada beberapa fasilitas pasar yang bisa menambah kenyamanan masyarakat dalam bertransaksi dan tak kalah dengan keberadaan pasar atau swalayan modern.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Malang, Pantjaningsih Sri Rejeki yang menyatakan dengan anggaran tersebut renovasi yang akan dilakukan di lima pasar tradisional memang tidak akan bisa menyeluruh. 

"Hanya sebagian bangunan yang dinilai kurang layak dan tidak nyaman. Lainnya bisa pakai swadaya  atau pendanaan lainnya," ujar Pantjaningsih. 

Baca Juga : Dinsos-P3AP2KB Salurkan Bantuan bagi 1.666 Warga Miskin

Menciptakan pasar daerah yang kuat dan berdaya saing kuat,  tentunya membutuhkan anggaran besar.

Selain fisik bangunan yang representatif juga lingkungan sekitarnya perlu juga dipersiapkan dalam mendukungnya. 

Hal inilah yang  terus sedang ditingkatkan oleh Pemerintah Kabupaten Malang dalam upaya menjaga,  mengelola,  merawat dan tentunya meningkatkan keberadaan pasar daerah yang menjadi bagian besar berputarnya roda ekonomi di Kabupaten Malang. 

"Karena itu kita serius untuk terus mendorong pasar daerah ke arah yang lebih baik. Sehingga pedagang, pembeli maupun masyarakat umum bisa menikmati manfaatnya, " ujar Rendra yang menegaskan untuk perbaikan dan melengkapi kondisi pasar yang ada setiap tahunnya selalu ada dampingan anggaran. 

"Dana Alokasi Khusus pun biasanya masuk untuk revitalisasi pasar tradisional. Ini yang kita terus manfaatkan untuk pasar daerah, " imbuh Ketua DPW Partai NasDem Jatim.