Diisukan Miliki Pegawai Teroris, Rektor UM Angkat Bicara

May 18, 2018 16:58
foto ilustrasi
foto ilustrasi

MALANGTIMES - Penangkapan terduga teroris berinisial INM (21) dan ARH (21) yang berlangsung di Kota Malang pada Kamis (17/5/2018) merembet ke kawasan kampus. 

Baca Juga : Draft Sudah Final, Besok Pemkot Malang Ajukan PSBB

Sebab, salah satu terduga teroris yang diamankan Densus 88 di Kelurahan Gadingkasri, Klojen, Kota Malang yaitu ARH merupakan pegawai cleaning service di lingkungan Universitas Negeri Malang (UM). Informasi ini pun menyebar luas ke berbagai kalangan melalui media sosial.

Menanggapi itu, Rektor UM Rofiuddin menjelaskan jika yang bersangkutan memang pernah bekerja sebagai cleaning service di UM. Namun, ARH bukan bagian dari pegawai kampus dan sebelumnya dipekerjakan melalui rekanan UM yaitu CV ABJ.

"Yang bersangkutan bukan pegawai UM dan telah dipekerjakan oleh rekanan kami. Tapi sejak Januari 2018 sudah mengundurkan dari CV ABJ dan secara otomatis tidak lagi bekerja di UM," tegasnya melalui keterangan tertulis yang diterima MalangTIMES, Jumat (18/5).

Lebih lanjut dia menyampaikan jika ARH bekerja sebagai cleaning service UM melalui CV ABJ sejak tahun 2016. Sementara pada Januari 2018 yang bersangkutan mengundurkan diri dari perusahaan rekanan UM tersebut.

Baca Juga : Hari ke 2 Proses Pencarian Pendaki Hilang karena Kesurupan, Puluhan Personel Dikerahkan

Rofiuddin juga menegaskan jika UM akan terus berkomitmen terus menjaga Pancasila dan UUD 1945. Karena itu, pihaknya menolak segala upaya dalam paham ekstrem, radikal, dan tindakan teror, serta kekerasan yang dilakukan siapa pun atau atas nama apa apun.

"Kami menentang segala bentuk ideologi dan paham ekstrem serta kekerasan," pungkasnya.

Topik
Berita MalangDensus 88penangkapan terorisUniversitas Negeri Malang (UM)

Berita Lainnya

Berita

Terbaru