Salah satu petugas kepolisian melakukan pengamanan lokasi saat operasi penggerebekan rumah terduga teroris di Desa Kepuharjo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Salah satu petugas kepolisian melakukan pengamanan lokasi saat operasi penggerebekan rumah terduga teroris di Desa Kepuharjo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES- Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri dan Brimob Polda Jatim kembali melakukan penggerebekan di wilayah Kabupaten Malang. Siang ini (15/5/2018) seorang terduga teroris kembali diamankan di wilayah Rt 26/RW 09 Dusun Turirejo, Desa Kepuharjo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.

Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh


Sebelumnya, pada dini hari tadi pihak kepolisian telah melakukan penggeledahan rumah warga di Perumahan Banjararum Asri Blok BB No 9 RT 15/RW 11 Desa Banjararum, Kecamatan Singosari.
Berdasarkan data yang dihimpun MalangTIMES, warga dengan inisial K, diamankan sekitar pukul 09.00 di musala setempat di Jalan Raya Tenaga. Pria tersebut diduga merupakan jaringan teroris. Usai penangkapan, sekitar pukul 14.00 sejumlah petugas melakukan penggeledahan rumah terduga. 


Setidaknya sepuluh petugas tanpa seragam memeriksa rumah berlantai dua yang ditempati terduga bersama keluarganya. Sementara satu personel kepolisian berseragam melakukan pengamanan lokasi. Penggerebekan tersebut berlangsung sekitar satu jam. Rumah tersebut tampak lengang pasca penggeledahan. 


Ketua Rukun Tetangga (RT) 26/RW 9 Dusun Kepuharjo Nurhadi mengungkapkan bahwa rumah tersebut ditempati pasangan suami istri (pasutri) atas nama Kristianto dan Sri Winarni. Selain itu, ada dua anak dan satu kerabat yang turut menempati rumah kontrakan tersebut. "Di sini mulai tanggal 18 Juli 2017 lalu. Alasan kontrak karena mendekati pekerjaan," paparnya. 


Meski hampir satu tahun menjadi warga setempat, pasutri tersebut tidak pernah aktif mengikuti kegiatan kemasyarakatan. Mulai dari pengajian, salat jamaah, arisan, maupun pertemuan-pertemuan lain. "Kalau orang ini nggak pernah padahal yang lain juga ikut kegiatan warga. Yang ini nggak srawung (berinteraksi) sama sekali. Anak-anaknya juga tidak bersekolah," paparnya.
Sementara Irul, warga yang rumahnya berdempetan dengan rumah kontrakan Kristianto, mengungkapkan ada keganjilan aktivitas harian di rumah tersebut. Salah satunya saat diajak berkomunikasi, seluruh anggota keluarga terkesan menghindar. "Setiap saya tanya nama, selalu mengalihkan pembicaraan. Jadi warga sini tidak ada yang tahu namanya. Setiap hari yang laki-laki selalu pagi keluar, baru pulang malam," terangnya.

Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis


Awalnya, Kristianto mengaku pada warga menjadi penjual tahu keliling. Namun beberapa waktu terakhir, dia tidak lagi berjualan. "Saat saya ajak ngobrol kerjaan, katanya nggak jualan tahu lagi karena agennya tutup. Tetapi setiap malam di rumahnya selalu ada aktivitas memukul-mukul seperti membuat barang, nggak tahu apa," jelasnya.


Menurut Irul, aktivitas mencurigakan itu selalu dimulai sekitar pukul 21.30 hingga lepas tengah malam. "Hampir setiap hari. Nggak tahu bikin apa. Nggak pernah interaksi sama warga," tegasnya.
Sementara itu, Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung membenarnya adanya penangkapan ini. Menurutnya, ada satu warga terduga teroris yang dibawa oleh Densus 88. "Ada satu orang berinisial K," pungkasnya.