Ilustrasi, suasana doa bersama yang digelar masyarakat Kota Batu. (Foto: Dokumen MalangTIMES)
Ilustrasi, suasana doa bersama yang digelar masyarakat Kota Batu. (Foto: Dokumen MalangTIMES)

MALANGTIMES - Gelombang doa dan keprihatinan atas teror bom di Surabaya dan Sidoarjo terus mengalir. Salah satunya dari Aliansi Damai Malang (ADAM) yang bakal menggelar aksi damai dan doa bersama, malam ini (Senin, 14/5/2018) mulai pukul 19.00 di depan Gereja Katedral Ijen.

Koordinator aksi damai, Aji Prasetyo mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut terbuka untuk seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga : Viral Video Warga Beri Semangat kepada Pasien Positif Covid-19

"Kami di Malang akan melakukan aksi solidaritas bagi saudara kami di Surabaya yang baru saja mengalami cobaan. Terorisme adalah musuh bersama bagi kita yang masih merasa sebagai bagian dari bangsa ini," jelasnya.

"Acara ini terbuka bagi siapapun yang ingin bergabung dan bersama mengekspresikan empati terhadap musibah bom yang dialami oleh warga Surabaya dan Sidoarjo," tambahnya.

Rencananya, kegiatan tersebut akan diisi dengan orasi kebangsaan, pembacaan puisi dan doa bersama. "Kita tunjukkan bahwa kita bukan bangsa yang bisa dihancurkan oleh teror dan ketakutan," tegasnya.

Sejumlah elemen masyarakat dan komunitas menyatakan bakal turut serta dalam akse tersebut. Di antaranya dari Forum Rembug Tjangkir13, Gusdurian Malang, YIPC Malang, Arah Juang, Peace Leader Indonesia, Perwakilan PC GP Ansor Kabupaten Malang, Lesbumi NU Malang, Perempuan Bergerak, Dulur Never End (DNE), PC PMII Kota Malang, DPC PMKRI Malang, GMKI Cabang Malang, DPC GMNI MALANG, HIKMAHBUDHI PC Malang, Encompass Indonesia, Komite Pusat SGMI, Duta Damai Jawa Timur, Cipayung Malang, Komunitas Matakita Jawa Timur, Tim Bagian Peduli Malang, dan lain-lain. 

Baca Juga : Mokong Keluyuran Malam Hari, Warga Jalani Rapid Test Covid-19 di Tempat

Bagi masyarakat yang ingin bergabung, diimbau membawa lilin sendiri-sendiri yang nantinya akan dinyalakan bersama. Selain itu, dilarang membawa atribut partai dan organisasi. 

"Masyarakat juga kami harap membawa trash bag (kantong sampah) untuk sampah masing-masing. Terakhir, dilarang membawa ransel," pungkasnya.