Tahun Ini 1,9 Juta Kartu Indonesia Pintar Difokuskan untuk Santri dan Yatim Piatu

May 12, 2018 15:13
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Puan Maharani didampingi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy usai menghadiri acara di Kota Malang (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Puan Maharani didampingi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy usai menghadiri acara di Kota Malang (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Tahun ini, sebanyak 1,9 juta Kartu Indonesia Pintar (KIP) difokuskan untuk santri dan anak yatim piatu.

Baca Juga : Dampak Covid-19, Beasiswa LPDP ke Luar Negeri Ditunda Tahun Depan

Meski tahun-tahun sebelumnya santri di pesantren dan Madrasah Ibtidaiyah sudah mendapatkan porsi, tapi tahun ini memang sengaja diperbanyak.

"Santri dan anak yatim sudah ada porsinya sejak awal. Tapi tahun ini sebanyak 1,9 jita memang difokuskan untuk mereka," terang Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Puan Maharani usai menghadiri Silaturahmi dengan masyarakat penerima KIP, SK TPG, BPNT, dan Penerima Bantuan Pendidikan yang berlangsung di lapangan Merjosari, Sabtu (12/5/2018).

Tahun ini, secara keseluruhan Pemerintah Indonesia melalui Kemeterian Pendidikan dan Kebudayaan menurut Puan menyiapkan 19,7 juta KIP. Seluruhnya diperuntukkan bagi para siswa dari jenjang SD sampai SMA.

Lebih jauh dia menegaskan, KIP merupakan bantuan yang diberikan untuk pemenuhan kebutuhan sekolah meliputi seragam, sepatu, tas, hingga buku. "Jangan digunakan untuk beli jajan," gurau Puan.

Meskipun penerima KIP belum menyeluruh, Puan menyampaikan jika bantuan tersebut harus digunakan dan dimanfaatkan dengan baik oleh para penerima. Sehingga, anak-anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan.

Baca Juga : Belajar dari Rumah Lewat TVRI Mulai Hari Ini, Intip Jadwalnya Yuk!

Sementara itu, salah satu siswa penerima KIP, Bayu menyampaikan jika bantuan yang ia dapat selama ini sudah digunakan untuk membeli keperluan sekolah, seperti sepatu dan seragam.

"Dipakai buat beli buku, sepatu, kadang buat beli jajan es degan dan ice cream," terangnya polos.

Di Kota Malang, sejumlah 30.376 siswa tercatat sebagai penerima bantuan melalui KIP. Untuk siswa SD bantuan yang diberikan sebesar Rp 450 ribu, siswa SMP sebesar Rp 750 ribu, dan Rp 1 juta untuk siswa SMA.

Topik
Menteri Pendidikan dan KebudayaanKartu Indonesia PintarMuhadjir Effendy

Berita Lainnya

Berita

Terbaru