Datangi Kelurahan, BPS Malang Survei Potensi Wisata hingga Pemberdayaan Masyarakat

May 10, 2018 17:27
Kepala BPS Kota Malang M. Sarjan (kiri) saat ditemui di kantor BPS Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Kepala BPS Kota Malang M. Sarjan (kiri) saat ditemui di kantor BPS Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sepanjang Mei 2018 ini, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang menggelar survei potensi desa (podes) di 57 kelurahan di wilayah Kota Malang. Survei tersebut untuk mengetahui potensi yang ada di masing-masing kelurahan, tetutama saat terjadi pergeseran penopang ekonomi masyarakat dari sektor pertanian ke sektor lain.

Kepala BPS Kota Malang Muhammad Sarjan mengatakan, tujuan adanya program podes tersebut untuk menghasilkan data potensi desa/kelurahan dari sektor sosial, ekonomi, sarana, dan prasarana wilayah. Selain itu, survei sebagai informasi dasar untuk sensus penduduk 2020 mendatang. "Nantinya juga digunakan sebagai bahan analisis kewilayahan terkait potensi ekonomi, sosial, dan sarana prasarana wilayah," ujarnya.

Baca Juga : Bantuan Pangan Non Tunai di Kota Batu Sudah Cair, Berikut Jadwal dan Lokasi Tokonya

Menurut dia, manfaat lain dari program tersebut yakni bisa digunakan dalam evaluasi progran yang telah dibuat oleh kementerian atau lembaga terkait. Selanjutnya juga bisa digunakan dalam penyusunan kebijakan atau strategi berbasis kewilayahan. Informasi yang dikumpulkan dalam survei tersebut di antaranya terkait potensi wisata, kependudukan, ketenagakerjaan, perumahan dan lingkungan hidup, bencana alam dan mitigasi bencana. Selain itu juga potensi pendidikan dan kesehatan, sosial budaya, olahraga dan hiburan, angkutan, komunikasi dan informasi, pemanfaatan lahan, ekonomi dan keamanan, keuangan dan aset, serta pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Sarjan menerangkan, program tersebut memang baru dimulai pada tahun ini. Persiapannya sudah dilakukan Januari-April lalu. "Pendataannya dilakukan sepanjang Mei ini. Ada 13 orang petugas yang terlibat. Nantinya petugas akan menggali informasi dari aparat kelurahan dan pejabat terkait," kata dia. Selanjutnya pengolahan data akan dilaksanakan mulai bulan Mei hingga November mendatang. Sedangkan diseminasi akan dilakukan pada bulan Desember. 

"Salah satu narasumber survei ini juga sekretaris daerah (sekda) dan kepala organisasi perangkat daerah. Ada juga penelusuran dokumen sebagai pembanding," terangnya. Dia berharap nantinya semua pihak akan menerima petugas survei podes. Serta memberikan data secara benar tentang kondisi wilayah dan kependudukan sesuai fakta lapangan. "Banyak data yang penting tapi kadang dianggap sensitif, misalnya soal pencemaran lingkungan, jangkauan sinyal seluler, potensi kerusuhan sosial, dan lainnya," tambahnya.

Secara nasional, lanjut Sarjan, pada 2014 silam arau pada pelaksanaan Survei Podes terakhir, sebagian besar masyarakat masih bekerja di sektor pertanian. Setidaknya ada sekitar 88,04 persen warga yang bekerja di sektor pangan. "Nah, saat ini tentu sudah berubah. Di Kota Malang sendiri terjadi penurunan jumlah petani sekitar 10 ribu orang dalam lima tahun terakhir. Data seperti itu juga dimutakhirkan dalam survei ini," paparnya. 

Baca Juga : Bantuan Uang Non Tunai Kota Batu Jadi Rp 1 Juta, Cover 30 Ribu KK

Selain itu, perubahan lain yang cukup mencolok di Kota Malang adalah munculnya lokasi-lokasi wisata berbasis wilayah permukiman. "Tahun ini tentu akan lebih banyak lagi jumlah desa atau kelurahan wisata. Di Kota Malang juga setiap kelurahan saat ini mengembangkan sektor pariwisata masing-masing," pungkasnya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
BPS Malangpotensi wisataPemberdayaan Masyarakat

Berita Lainnya

Berita

Terbaru