MALANGTIMES - Lingkungan hidup menjadi salah satu program strategis pembangunan Kabupaten Malang. Program itu diantara program optimalisasi pariwisata dan pengentasan kemiskinan. 

Pemerintah Kabupaten Malang menyadari pilihan program dalam lingkungan hidup yang jadi bagian strategi pembangunan akan berdampak terhadap dua program lainnya. Ada keterkaitan erat antara optimalisasi pariwisata,  pengentasan kemiskinan dengan dimasukkannya lingkungan hidup. 

Tak heran,  keseriusan Pemerintah Kabupaten Malang dalam persoalan lingkungan hidup diganjar penghargaan tertinggi oleh pemerintah pusat di tahun 2017 yaitu dengan diraihnya piala  Nirwasita Tantra. 

Nirwasita Tantra adalah penghargaan dari pemerintah pusat yang diberikan kepada Kepala daerah atas kepemimpinannya dalam merumuskan dan menerapkan kebijakan dan/atau program kerja sesuai dengan prinsip metodologi pembangunan berkelanjutan guna memperbaiki kualitas lingkungan hidup di daerahnya. 

"Nilai indeks lingkungan hidup kita 68,5 di tahun 2017. Artinya sudah diatas ambang yang diminta pemerintah pusat dalam RPJMN (Rencana Pembangunan  Jangka Menengah Nasional) 2015-2019," kata Bupati Malang Dr H Rendra Kresna, Selasa (8/5/2018). 

RPMJN 2015-2019 mensyaratkan nilai indeks lingkungan hidup berada di angka 66,5 sampai 68,5. Nilai indeks lingkungan hidup Kabupaten Malang  yang membuat Rendra diganjar Nirwasita Tantra,  sudah diatas nilai ambang tersebut.  

Penghargaan tersebut tentunya bukan menjadikan program lingkungan hidup berhenti. Pasalnya,  persoalan lingkungan hidup terus mengalami perubahan seiring dengan adanya pembangunan infrastruktur  yang terus dilaksanakan di Kabupaten Malang. 

Berbagai pembangunan tersebut tentunya perlu adanya daya dukung dan daya tampung lingkungan. Daya tersebut bisa tersedia apabila adanya upaya perlindungan dalam pengelolaan lingkungan hidup. Sebaliknya,  tanpa ada daya dukung  dan tampung lingkungan hidup,  maka  persoalan limbah akan kembali terjadi dan semakin massif. 

"Ini yang kita kendalikan melalui RPJMD kita. Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) telah kita integralkan dalam perencanaan sampai tahun 2021," ujar Rendra. 

Senada dengan yang disampaikan oleh Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa, Kementerian Lingkungan Hidup Dr Sugeng Priyanto yang menyatakan, bahwa proses pertama dalam mensukseskan RPMJN mengenai lingkungan hidup adalah dengan adanya pengintegrasian IKLH dalam dokumen perencanaan daerah. 

Sugeng melanjutkan,  apabila telah berada dalam dokumen perencanaan,  maka bisa dipastikan program-program lingkungan hidup akan terlaksana dan bisa dijalankan. 

"Tinggal melakukan perbaikannya saja. Terutama dalam proses peningkatan pengawasan yang lebih ketat dalam persoalan limbah yang ada, " ujarnya.