Bupati Malang Rendra Kresna Masyarakat Harus Pandai Memfilter Berita Hoax

MALANGTIMES - Perkembangan kemajuan teknologi yang semakin pesat, memudahkan masyarakat untuk menggali berbagai informasi di media sosial kian tak terbendung. 

Karena itu, untuk mencegah berita hoax masyarakat harus pandai memfilter dan mencerna kebenaran berita sebelum dikonsumsi.

Kemudahan pejyebaran hoax itu mendapat perhatian khusus bagi Bupati Malang, Dr H Rendra Kresna dengan membuka acara diskusi publik "Ayo Jadi Pelopor Anti Hoax dan Melek Media" yang diselenggarakan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Malang Raya di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jalan Agus Salim, No.7 Malang, Selasa (8/5/2018).

Sebelum acara dibuka Bupati Malang, Dr H Rendra Kresna didampingi Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung dan pihak TNI dan Organisasi Perangkat Daerah Pemkab Malang bersama-sama membacakan deklarasi anti hoax dan menandatangani anti hoax.

Rendra mengatakan kegiatan dalam memerangi beredarnya informasi hoax sangat penting bagi pemerintah daerah maupun masyarakat. 

Sebab masyarakat saat ini masih belum semuanya paham dalam mengkonsumsi informasi apakah berita itu benar atau hoax.

"Saya melihat perkembangan teknologi sekarang segala informasi di media sosial begitu cepat. Masyarakat harus pandai dan bertanya kepada pihak terkait apakah berita yang beredar itu benar atau bohong," kata Rendra Kresna kepada MalangTIMES.

Karena itu, Rendra Kresna menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting dalam membentengi masyarakat dalam mengonsumsi sebuah berita dan informasi yang sebenar-benarnya.

"Apalagi berita atau informasi sudah menyebar ke pelosok desa di wilayah Kabupaten Malang. Makanya kepala desa diundang disini untuk disosialisasikan kepada warganya," ungkap orang nomor satu di Pemkab Malang itu.

Karena itu, menurut Rendra Kresna berita hoax itu tidak pernah berhenti untuk meneledorkan masyarakat. Sehingga ini perhatian khusus bagi pemerintah daerah dan aparat kepolisian.

"Kita terus gencarkan sosialisasi kepada masyarakat, kalau ada berita hoax langsung kita telusuri dan diluruskan, agar tak menyesatkan masyarakat apalagi ada ujaran kebencian," paparnya.

Rendra juga menyatakan acara yang digelar IJTI ini sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk menerangkan bagaimana cara menekan berita hoax.

Sementara itu, Ketua IJTI Korda Malang Raya, Edi Cahyono mengatakan peran media disini sangat penting bagi kebijakan pemerintah pembangunan bangsa serta eksistensi suatu kepemimpinan. 

Namun seiring berjalannya waktu, tidak sedikit perkembangan media yang sangat pesat saat ini, digunakan oleh orang-orang tak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan hingga digunakan untuk berbuat kejahatan.

"Tak hanya pemerintah pusat saja, pemerintah desa juga sebaiknya menyadari akan keberadaan media massa sebagai alat untuk komunikasi pembangunan untuk kemaslahatan rakyat. Dalam hal ini Kepala Desa juga harus memahami aturan dalam media massa. Terutama terkait dengan hak jawab terhadap pemberitaan yang dinilai keliru," ujarnya

Top