Balitjestro Bidik Perkebunan Rumah Tangga, Bagikan 12 Ribu Benih Jeruk

May 04, 2018 19:39
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balijestro Wisnu Unjoyo bersama Tim PKK Kabupaten Tuban sedang berbincang terkait benih jeruh di KP Punten, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Jumat (4/5/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balijestro Wisnu Unjoyo bersama Tim PKK Kabupaten Tuban sedang berbincang terkait benih jeruh di KP Punten, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Jumat (4/5/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

Bagi-bagi benih jeruk oleh Kementerian Pertanian melalui Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) berlanjut. Setelah sebelumnya memberikan 21.260 benih jeruk secara cuma untuk pengembangan perkebunan kepada Kabupaten Batang, kini giliran Kabupaten Tuban menerima benih jeruk gratis. Bedanya benih jeruk itu untuk pengembangan kawasan berbasis rumah tangga.

Rencananya, Balitjestro memberikan sebanyak 20 ribu bibit jeruk, namun dibagi menjadi dua tahapan. Untuk tahap pertama ini dikirim 12 ribu benih jeruk, yang langsung diberangkatkan dari Kebun Percobaan Punten, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Jumat (4/5/2018).

Untuk tahap I benih yang diberikan Balijestro ada 12 ribu benih jeruk kepada Tim Pengggerak Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Tuban. Ada dua varietas benih jeruk yang diberikan yakni jeruk tejakula sebanyak 6 ribu benih, dan benih jeruk madura sebanyak 6 ribu benih. 

“Ada dua varietas yang kami berikan masing-masing 12 ribu benih. Kenapa kami berikan dua varietas ini? Karena di sana cocoknya dengan benih ini melihat dari agroklimatnya,” ungkap Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balijestro Wisnu Unjoyo.

Menurutnya jeruk keprok tejakula dan keprok madura sesuai dengan agroklimat, dimana tipologi Kabupaten Tuban kering dan panas sesuai dengan karakter jenis ini. Kesesuaian itu memberikan jaminan dan kesuksesan produksi sesuai yang ditanam di tuban. 

Terlebih memang yang dikembangkan adalah pengembangan kawasan berbasis rumah tangga. “Yang muaranya adalah agar produksi meningkat dan mengurangi  import jeruk dan meningkatkan   kesejahteraan bagi petani dan masyarakat,” imbuhnya.

Ia menjelaskan nantinya dari penanaman baru bisa panen tiga tahun kemudian. Dengan perawatan mulai pengairan, pemupukan, dan pembuahan. “Supaya sukses harus lebih banyak melakukan pemupukan kandangnya,” tambah Wisnu.

Sementara itu, Kasi Penganekaragaman dan Konsumsi Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tuban Djumali menjelaskan jika benih ini nantinya akan dibagikan untuk satu Kartu Keluarga (KK) dua benih kepada di lahan pekarangan 20 kecamatan Kabupaten Tuban. 

Benih siap tanam merupakan salah satu program dari Tim PKK Pokja 3 yang membidangi sandang, pangan, dan papan.

“Karena saat ini pekarangan semakin bertambah, dan PKK punya inisiatif membuatkan program ini yakni Green and Clean atau hijau sayur dan buah, dan bersih,” ungkap Djumali.

Program prioritas PKK ini salah satunya untuk  mengentaskan kemiskinan. Sebab selain benih ini diberikan kepada pengurus PKK, juga masyarakat khususnya warga miskin. Tentunya dengan ini untuk meningkatkan perekonomian warga kurang mampu.

“Apalagi memang Kabupaten Tuban ini diurutan nomer 5 dalam hal kemiskinan. Karena itu melalui program ini untuk membantu mengentaskan kemiskinan,” imbuhnya.

Wakil ketua Pokja 3 Kabupaten Tuban Lulus Yudi Irwanto, dengan adanua program agar ibu-ini rumah tangga memiliki waktu yang bermanfaat untuk merawat pohon jeruk. Sekaligus untuk mengurangi pengangguran.

“Dan tidak perlu lagi kita menggantungkan APBD, melalui benih gratis ini kita bisa membantu mengurangi penggangguran juga. Ketika nganggur bisa merawat pohon jeruk,” ujar Lulus kepada BatuTIMES.

Topik
Berita BatuBalitjestroPerkebunan Rumah TanggaPKK Kabupaten Tuban

Berita Lainnya

Berita

Terbaru