Mantan Wakil Bupati Malang Achmad Subhan saat ditemui awak media di kediamannya. (Foto: Istimewa)
Mantan Wakil Bupati Malang Achmad Subhan saat ditemui awak media di kediamannya. (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Upaya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperdalam bukti kasus gratifikasi dan suap Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa melibatkan sejumlah pihak. Salah satunya mantan Wakil Bupati Malang Achmad Subhan.

Baca Juga : Polisi Akui Kejahatan Jalanan Kota Malang Meningkat Usai Program Asimilasi

Juru Bicara KPK Febri Diansyah melalui keterangan pers mengungkapkan bahwa dalam pengusutan kasus tersebut, penyidik telah menggeledah total 31 lokasi di tiga daerah.

"Penggeledahan dilaksanakan pada 23-27 April di 31 tempat, di Kabupaten Mojokerto, Kota Surabaya dan Malang. Salah satunya rumah SB, Wakil Bupati Malang periode 2010-2015 di Malang," urainya pada awak media.

Akan tetapi Febri tidak merinci terkait penggeledahan dan pemeriksaan atas Achmad Subhan. Tempat yang digeledah, lanjut dia, yakni 20 kantor dinas di lingkungan Pemkab Mojokerto, empat perusahaan dan tujuh rumah pribadi milik para tersangka dan saksi.

"KPK juga menyita uang Rp 4 miliar dan 13 kendaraan milik Mustofa," urainya.

Selain itu, KPK juga menyita sejumlah dokumen terkait dengan izin pembangunan menara telekomunikasi yang tersebar di berbagai lokasi.

Baca Juga : Jambret Mulai Marak, Korbannya Para Ibu yang Sedang Belanja

Mustofa Kamal Pasa sendiri tersangkut dua kasus. Yakni dugaan suap pembangunan menara telekomunikasi di Kabupaten Mojokerto pada 2015 lalu.

Kedua, Mustofa diduga menerima gratifikasi dari proyek-proyek di lingkungan Pemkab Mojokerto.

Sementara itu, mantan Wakil Bupati Malang Achmad Subhan pada awak media mengaku telah dimintai keterangan KPK sebagai saksi.

"Hanya menjadi saksi karena memperkenalkan pihak pengurys izin tower pada Bupati Mojokerto. Untuk gratifikasi itu tidak tahu," ujarnya.