Viral, Warga Kota Malang Minta Menteri Ajari Cara Tawar Beras

May 01, 2018 08:11
Ketua DPD Perindo Kota Malang Laily Fitriyah Liza Min Nelly saat memarodikan adegan komunikasi dengan menteri perdagangan melalui sambungan seluler dan viral di berbagai media sosial.
Ketua DPD Perindo Kota Malang Laily Fitriyah Liza Min Nelly saat memarodikan adegan komunikasi dengan menteri perdagangan melalui sambungan seluler dan viral di berbagai media sosial.

MALANGTIMES - Sebuah video berdurasi 58 detik viral di berbagai media sosial. Sejak diunggah di Facebook pada 26 April 2018 lalu, video tersebut sudah dibagikan hampir empat ribu kali. Selain itu, unggahan dengan judul "Pak Menteri Tolong Diajari Caranya Nawar Beras Dong" tersebut mendapat tanda suka dari warganet lebih dari dua ribu.

Setelah ditelusuri, video yang menjadi topik panas itu ternyata milik Ketua DPD Perindo Kota Malang Laily Fitriyah Liza Min Nelly. Menggunakan akun Facebook pribadinya, perempuan berhijab itu seolah memberi sindiran keras terkait mahalnya kebutuhan pokok, utamamya beras.

Dalam video tersebut, Nelly memeragakan sebuah parodi seakan tengah berbincang dengan menteri perdagangan melalui sambungan seluler. Sembari mengemudikan mobil, ia memasang wajah serius dan seolah terus mengajak menteri berbincang.

"Halo Pak Menteri. Pak, saya tolong dikasih contoh nawar beras itu gimana. Saya mau mantu gitu loh, butuh beras banyak Pak. Undangan saya itu loh kan pasti makan nasi Pak, bukan makan jagung," ucapnya.

Selang jeda sepersekian detik, Nelly pun melanjutkan obrolannya dan kembali mempertegas keinginannya untuk mendapat cara yang tepat dalam menawar beras.

"Tapi kalau yang jual beras ditawar, itu marah. Karena yang jual beras punya anak, punya istri. Anaknya sekolah, buku sekolah juga mahal, bayar sekolah mahal, apalagi kuliah Pak, duh ampun wes," urainya lagi dalam video tersebut.

"Pak Menteri, saya nggak minta yang aneh-aneh kok, nggak minta uang Pak Menteri. Saya cuma mau dikasih contoh saja caranya nawar gimana. Tak tunggu ya Pak Menteri," sambung dia.

Ketika dikonfirmasi, ibu dua anak ini menyampaikan jika tujuannya mengunggah video tersebut adalah sebagai bentuk keprihatinan terkait pernyataan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang meminta masyarakat untuk menawar harga beras yang mahal, sebagaimana banyak diberitakan di media nasional baru-baru ini. "Masak menteri bilang begitu. Kan lucu," kata Nelly kepada MalangTIMES

Dia pun berharap, para pemegang kekuasaan mampu memberikan solusi yang tepat dan prorakyat kecil terkait melambungnya harga kebutuhan pokok, utamanya beras. Dia pun menilai pernyataan menteri perdagangan agar masyarakat menawar harga beras sangatlah tidak pantas disampaikan dengan kondisi masyarakat yang seperti sekarang.

Terlebih, saat turun langsung dan berbincang dengan masyarakat, Nelly menerima banyak keluhan terkait mahalnya kebutuhan pokok. Sehingga ia menilai dibutuhkan kebijakan yang solutif untuk melindungi masyarakat.

"Karena di sisi lain, kebutuhan melambung ini juga menjadi salah satu pemicu kriminalitas. Kalau bilang harus tawar, gampang bagaimana dengan bensin atau listrik kalau naik? Apa kita harus nawar? Kan ini juga salah satu kebutuhan pokok," pungkas Nelly. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru