Kepala Dipendukcapil Kota Batu Maulidiono (kiri) dan Sekda Alwi (kanan) berfoto bersama kepala desa dan lurah yang meraih prestasi di Bidang Kependudukan di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, Senin (30/4/2018).

Kepala Dipendukcapil Kota Batu Maulidiono (kiri) dan Sekda Alwi (kanan) berfoto bersama kepala desa dan lurah yang meraih prestasi di Bidang Kependudukan di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, Senin (30/4/2018).



MALANGTIMES - Dinas Kenpendudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Batu memberikan prestasi bagi desa atau kelurahan dalam bidang kependudukan. Totalnya ada empat desa atau kelurahan di Kota Batu yang meraih prestasi tersebut.

Penyerahan penghargaan atas prestasi di bidang kependudukan tahun 2017 diberikan kepada Desa Bulukerto, Desa Punten, Desa Sumber Brantas dan Kelurahan Dadaprejo. Untuk Desa Bulukerto mendapatkan prestasi karena telah mencapai perekaman tertinggi KTP-el, bagi penduduk yang wajib memiliki KTP-el di Kota Batu. 

Lalu Desa Punten, yang telah mencapai cakupan tertinggi untuk kepemilikan KTP-el se Kota Batu.  Lainnya ada Desa Sumber Brantas meraih prestasi karena mencapai cakupan akta tertinggi untuk kepemilikan akta kelahiran anak usia 0 sampai dengan 18 tahun di Kota Batu.

Dan Kelurahan Dadaprejo, telah terpilih karena telah mencapai kecakupan akta kematian tertinggi  di Kota Batu. Penghargaan tersebut diberikan kepada para kepala desa dan lurah oleh Pelaksana Tugas (plt) Sekretaris Daerah Kota Batu Alwi saat Pencangan Gerakan Indonesia Sadar Administrasi (GISA) di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani.

Kepala Dipendukcapil Kota Batu Maulidiono menjelaskan prestasi ini diberikan untuk kali pertamanya. Tujuannya agar desa atau kelurahan di Kota Batu termotivasi untuk meraih prestasi tersebut.

“Ini baru pertama kalinya kami memberikan penghargaan kepada desa atau kelurahan di Kota Batu. Ya agar mereka termotivasi untuk meningkatkan administrasi kependudukan,” ungkap Maulidiono, Senin (30/4/2018).

Sebab ia berharap seluruh warga Kota Batu sejak usia 0 hingga 18 tahun sudah memiliki identitas perseorangan. “Harapannya agar warga ini sudah punya identitas masing-masing,” harapnya.

End of content

No more pages to load