Malam puncak Grand Final Duta Wisata Joko Roro Kabupaten Malang 2018 berakhir meriah dan spektakuler yang digelar di Gunung Kawi. (foto : istimewa)
Malam puncak Grand Final Duta Wisata Joko Roro Kabupaten Malang 2018 berakhir meriah dan spektakuler yang digelar di Gunung Kawi. (foto : istimewa)

MALANGTIMES - Malam puncak acara Grand Final Duta Wisata Joko Roro 2018 Kabupaten Malang berlangsung meriah dan spektakuler. Lebih-lebih, acara yang diselenggarakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang (Disparbud) itu berlangsung di salah satu tempat wisata religi favorit, yakni Gunung Kawi di Kecamatan Wonosari. Tempat ini berada di ketinggian 2551 mdpl (meter di atas permukaan air laut).

Acara yang digelar di Amphiteater Gunung Kawi Minggu (28/4/2018) malam dengan tema Discovery The Hidden Paradise itu tidak hanya berlangsung di panggung megah 28 x 16 meter. Sound dan lighting (tata lampu) yang ciamik menambah spektakulernya suasana. Malam Grand Final Duta Wisata Joko Roro Kabupaten Malang 2018 ini juga disaksikan lima ribuan wisatawan domestik maupun asing.

Acara kian meriah dengan hadirnya artis Baby Sima yang tampil nernyanyi bersama menghibur tamu undangan dan pengunjung. Sebagai juri, dipilih tujuh orang berkompeten. Di antaranya chef nasional Farah Queen dan civitas akademik Universitas Negeri Malang.

Akhirnya, setelah melalui serangkaian tes, Bintang Halilintar dinobatkan sebagai joko dan Ega Calvina sebagai roro. Sedangkan wakil I joko roro disabet Andre Saputra dan Gloria Vincentia. Dan, Elvan Bramastya dan Venska Natasya terpilih sebagai wakil II joko roro. 

Sementara, untuk duta desa wisata 2018, terpilih Jingga Wahyu Buana dan Vanessa Astari. Lalu, duta sanitasi ditahbiskan kepada Bayu Hendriansya dan Belinda Amanda. Para finalis yang terpilih tersebut akan mengemban tugasnya sebagai duta Kabupaten Malang selama dua tahun ke depan.

Acara tersebut secara resmi dibuka Bupati Malang Dr H Rendra Kresna. Rendra mengatakan para finalis joko roro 2018 yang terpilih harus melaksanakan tuganya dalam.ramgka meningkatkan dan mempromosikan destinasi wisata Kabupaten Malang di kancah nasional maupun internasional. "Kami ucapkan selamat dan sukses atas terpilihnya joko roro Kabupaten Malang tahun 2018 serta yang masuk hingga babak grand final malam ini," kata Rendra. 

Rendra juga berpesan agar ke depan mereka ini mampu menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai joko roro Kabupaten Malang. Misalnya turut mempromosikan wisata yang dimiliki Kabupaten Malang, mulai pantai, gunung hingga desa wisata.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara mengungkapkan, sesuai dengan tema tahun ini, Discovery The Hiden Paradise, gelaran joko roro 2018 mencoba mengangkat potensi dua destinasi wisata. Yakni Desa Sanankerto dan Gunung Kawi. 

"Dua destinasi wisata itu adalah surga yang tersembunyi di Kabupaten Malang. Sanankerto sendiri terletak di Kecamatan Turen dengan wisata andalannya, ekowisata Boonpring yang menyimpan ratusan spesies bambu di dunia," jelas pria yang akrab disapa Bli Made itu.

Karena itulah, dalam malam penobatan tersebut, padatnya spesies bambu di Sanankerto ini digunakan sebagai background panggung. Tata panggung makin cantik dengan dukungan keindahan alam yang mengelilingi kawasan Gunung Kawi tersebut. (*)