Memindah Eksotisme Pantai Selatan Dalam Kanvas, Pelukis Kepanjen Punya Misi Besar

Apr 26, 2018 07:36
Para pelukis di Komunitas Pelukis Kepanjen berhasrat wujudkan impian memindah eksotisme pantai Malang selatan ke dalam kanvasnya. (Foto: Nana/ MalangTIMES)
Para pelukis di Komunitas Pelukis Kepanjen berhasrat wujudkan impian memindah eksotisme pantai Malang selatan ke dalam kanvasnya. (Foto: Nana/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Geliat pariwisata pantai di Kabupaten Malang semakin memperlihatkan trend positif setiap tahunnya. Wisatawan yang datang untuk menikmati eksotisme pantai di Malang Selatan terus mengalami peningkatan dan masih menjadi primadona pariwisata Kabupaten Malang. 

Baca Juga : KITAB INGATAN 101

Hal ini tidak luput dari pandangan para seniman lukis Kepanjen yang memiliki impian untuk memindahkan eksotisme pantai Malang Selatan ke dalam kanvasnya. Tidak hanya satu aliran dalam seni lukis yang akan tampil, tapi berbagai aliran,  teknik dan gaya para pelukis yang tergabung dalam Komunitas Pelukis Kepanjen siap untuk memindahkan keindahan pantai ke dalam kanvas. 

"Ini sebenarnya bukan impian. Kita pernah melakukan komunikasi dengan Kepala Dinas Pariwisata (Made Arya Wedanthara,  red) tentang ini. Beliau meresponnya," kata Arif Budiman yang pernah didapuk mengomandani Komunitas Pelukis Kepanjen, kepada MalangTIMES. 

Arif melanjutkan, impian yang pernah dilisankan dan mendapat respon baik tersebut, sebagai bagian dari ikut sertanya para seniman lukis membangun pariwisata di Kabupaten Malang. "Bayangkan ada 30 orang saja yang nanti melukis pantai di sepanjang Malang Selatan di dua kanvas saja. Maka akan ada 60 lukisan pantai. Ini akan menjadi daya pikat tersendiri bagi dunia pariwisata," terang Arif. 

Seni dan pariwisata saat berjalan bersama akan semakin menguatkan dan menambah daya pikat terhadap wisatawan. Ambil contoh di Ubud,  Bali,  dimana seni menyatu dengan pariwisata. Berbagai keindahan panorama pariwisata dilukis oleh para senimannya dan menjadi daya pendongkrak  kuat bagi sektor pariwisata. 

"Beranjak dari itu,  kita melahirkan ide tersebut. Sayangnya,  sampai saat ini belum terealisasi," ujar Arif yang ditemani rekan sejawatnya dari Komunitas Pelukis Kepanjen. 

Disinggung mengenai belum terealisasinya ide unik dan tentunya menjadi daya tarik tersendiri dalam konteks kesenian maupun pariwisata,  Arif mengungkapkan masalah klasik dalam implementasi ide di kalangan para pelukis Kepanjen. 

Baca Juga : KITAB INGATAN 100

Anggaran adalah salah satunya. "Dana untuk membuat acara besar ini yang kerap menjadi kendala. Satu sisi saya pribadi memang tidak terlalu mahir mengorganisir acara besar. Apalagi berkaitan dengan para seniman," ungkapnya. 

Komunitas Pelukis Kepanjen pun bukan seperti organisasi yang dikenal saat ini. Memiliki hirarki, tupoksi setiap unit sampai pada hal administratif lainnya. "Kita lemah dalam soal tersebut, mas," ujar Ateng Sanjaya pelukis asal Pakisaji. 

Beberapa kelemahan tersebut yang sampai saat ini membelit Komunitas Pelukis Kepanjen,  sehingga karya mereka yang terbilang layak apresiasi serta seharusnya mampu menjadi daya dongkrak dan melengkapi sektor pariwisata,  belum teroptimalkan secara penuh. 

"Kita butuh orang-orang muda yang menyukai seni dan mahir dalam persoalan organisasi. Sehingga energi kami, para seniman ini, bisa tersalurkan dalam ikut serta membangun dunia kesenian sekaligus pariwisatanya," ucap Arif. 

Memindah eksotisme pantai Malang Selatan ke dalam kanvas serta menggairahkan kehidupan berkesenian di Kabupaten Malang, khususnya seni lukis,  masih dalam kepala para seniman. Menunggu untuk disentuh dan dilahirkan ke dunia nyata dalam upaya menguatkan kehidupan seni dan pariwisata yang kini terus menggeliat di Bhumi Arema. 

Topik
Komunitas Pelukis KepanjenSeni lukis Kepanjengedung kesenianPemkab MalangEksotisme Pantai Selatan

Berita Lainnya

Berita

Terbaru