Sutiaji ketika menyalami warga saat agenda kunjungannya di kawasan Pandanwangi (SAE)
Sutiaji ketika menyalami warga saat agenda kunjungannya di kawasan Pandanwangi (SAE)

MALANGTIMES - Dalam setiap kunjungan, Pasangan Sutiaji-Sofyan Edi Jarwoko (SAE) hampir selalu  mendapatkan keluhan terkait kerusakan infrastruktur jalan. Terlebih lagi, kala musim hujan, keluhan terkait rusaknya jalan juga semakin masif disuarakan oleh masyarakat.

Baca Juga : Ini Jawaban Ustaz Yusuf Mansur saat Ditanya Apakah Dukung Anies Baswedan Maju Pilpres 2024

Jalan rusak yang banyak dikeluhkan warga, hampir tersebar di berbagai titik jalan kampung dan jalan utama kota. Kerusakan yang sering terjadi, seperti jalan berlubang, buruknya kualitas jalan, hingga banjir yang menyebabkan kerusakan jalan, maupun kurangnya pemeliharaan dari pihak terkait.

Bahkan, karena kerusakan yang tak kunjung ada solusi, warga sampai menanami jalan berlubang dengan pohon pisang, sebagai bentuk protes atas lambannya respons pemerintah terhadap keluhan masyarakat. 

Menanggapi keluhan tersebut, Sutiaji, calon Walikota Malang menyatakan, salah satu persoalan utama yang telah diidentifikasi paslon SAE  adalah belum memadainya infrastruktur. 

Maka dari itu, program Tri Prasetya menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai salah satu elemen prioritas dalam penanganan jika nantinya SAE dipercaya oleh masyarakat Kota Malang dalam memimpin selama lima tahun ke depan.

"Infrastruktur jalan ini penting, pasalnya dengan infrastruktur yang baik, bisa membuat perkembangan ekonomi melonjak akibat lancarnya mobilitas pengiriman barang baik keluar maupun masuk dari kota lain maupun dari Kota Malang. Stabilitas harga juga akan terjaga," beber Sutiaji (25/4/2018).

Baca Juga : Dewan Dorong Pemkot Malang Salurkan Bantuan Sembako bagi Warga Terdampak Covid-19

Sementara itu, diketahui kerusakan jalan di Kota Malamg tahun 2016 menurut sumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dalam buku Malang dalam angka 2017, sepanjang 34 kilometer dari total panjang 1.027 kilometer.

Sedangkan tahun 2017, jalan dengan kondisi baik dan sedang di Kota Malang mencapai 1.038,59 kilometer (Km) dari total panjang jalan 1.221,29 Km. 

"Melihat jumlah itu, tentunya diharapkan kedepan bisa semakin berkurang angka kerusakan jalan, meskipun dalam perbaikannya harus bertahap," paparnya.

Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kota Malang sendiri menyatakan selama 2017 telah membangun dan memperbaiki jalan sepanjang 124,887 Km, yaitu berupa kegiatan pembangunan sepanjang 47,194 Km dan pemeliharaan sepanjang 77,693 Km.