MALANGTIMES - Tahun 2018 merupakan tahun hortikultura sesuai dengan arahan Kementerian Pertanian untuk mengembangkan perbenihan. Karena itu, Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) bakal mengembangkan beragam buah alias tidak hanya jeruk.

"Semua tanaman tahun ini. Bukan hanya jeruk. Bahkan sampai jengkol juga dikembangkan," ungkap Kepala Balijestro Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementan Muhammad Taufiq Ratule.

Totalnya ada lima komoditas buah yang akan dikembangkan oleh Balitjestro yang terletak di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo. Antara lain buah jeruk ada 1,2 juta benih, buah anggur ada 50 ribu benih, buah klengkeng sejumlah 50 ribu benih, buah stoberi dan apel sejumlah 25 ribu benih.

Hingga bulan April, terletak di kebun percobaan (KP) Punten, Balitjestro sudah mengembangkan 850 ribu benih. Sisanya, yakni 350 ribu, benih tentunya bakal diselesaikan pada tahun ini.  

"Akan diusahakan tahun selesai pembenihannya sesuai dengan target, untuk jeruk sendiri ada 14 macam varietas yang kami kembangkan," imbuhnya, Senin (23/4/2018).

Ia menjelaskan tujuan dari dilakukan pembenihan diproduksi secara nasional ini untuk membantu para petani yang tidak mampu membeli bibit. Oleh karena itu, benih ini juga akan dibagikan secara cuma-cuma alias gratis kepada petani. "Karena ini kami bagi gratis sehingga sudah banyak permintaan petani dan dinas mendaftarkan," ujar Taufiq.

Perbenihan ini dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi impor. Bahkan diupayakan Indonesia tidak perlu lagi melakukan impor buah. Apalagi, target yang diinginkan adalah Indonesia bisa melakukan ekspor untuk segala jenis buah. "Harapannya sudah tidak lagi ada impor. Kita yang harus ekspor," ujarnya kepada BatuTIMES. (*)