Akibat Rokok Ilegal di Malang Raya, Negara Nyaris Rugi Rp 333 Miliar

Apr 21, 2018 19:36
Ilustrasi rokok ilegal yang diamankan Bea Cukai Malang di wilayah Kabupaten Malang, awal 2018 ini. (Foto: Bea Cukai Malang for MalangTIMES)
Ilustrasi rokok ilegal yang diamankan Bea Cukai Malang di wilayah Kabupaten Malang, awal 2018 ini. (Foto: Bea Cukai Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Perededaran rokok ilegal dan minuman mengandung etil alkohol (MMEA) masih kerap ditemui di wilayah Malang Raya dan sekitar. Bahkan selama bulan Maret hingga pertengahan April, Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Jawa Timur II Malang telah mengamankan 486.138 batang rokok ilegal.

Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis

Selain itu, pihak Bea Cukai juga telah menyita sebanyak 761 liter miras ilegal. Negara nyaris dirugikan hingga Rp 333,5 miliar jika produk ilegal beredar. Kepala DJBC Jatim II Malang Agus Hermawan mengungkapkan pihaknya berupaya terus menggalakkan operasi dan sweeping rokok ilegal menyelamatkan potensi kerugian terhadap penerimaan negara.

"Upaya pemberantasan peredaran rokok dan miras ilegal ini digelar melalui Operasi Gempur yang digelar serentak di seluruh Indonesia," kata Agus, pekan lalu. Penertiban tersebut tidak hanya dilakukan di wilayah Malang Raya, melainkan juga di kawasan Pasuruan dan Probolinggo.

Menurut Agus, sebenarnya Dirjen Bea Cukai tidak ingin hanya penindakan semata. Namun penindakan juga diiringi dengan upaya edukasi. "Bukan hanya penindakan, tetapi bagian penyuluhan juga turun. Karena ternyata ada sebagian penjual rokok yang tidak tahu jika terkait rokok ilegal yang dijualnya. Untuk itu, upaya edukasi juga penting," tutur Agus.

Baca Juga : Hingga Pertengahan April, 4 Kali Tanah Longsor Terjadi di Kota Batu

Selain upaya penindakan dan edukasi, Dirjen Bea Cukai juga mempermudah dan mempercepat pelayanan perizinan di bidang kepabeanan dan cukai. Harapannya, bisa menekan keberadaan rokok ilegal. "Registrasi kepabeanan semula satu hari kerja menjadi hanya tiga jam, perizinan pengusaha barang kena cukai yang semula 30 hari kerja kini menjadi tiga hari kerja, serta perizinan lainnya," tandas Agus.

Agus menambahkan, selain pencegahan peredaran produk ilegal, pihaknya juga telah mencatatkan pendapatan negara yang cukup signifikan di triwulan pertama 2018 ini. Dari target penerimaan mencapai Rp 37,64 triliun, tercatat penerimaan sekitar Rp 2 triliun. "Oleh karena itu, sebagian upaya yang dilakukan yakni mengajak para produsen rokok rumahan untuk juga mengurus cukai rokok melalui program pembinaan," pungkasnya. 

Topik
MalangBerita Malangperistiwa malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru