MALANGTIMES - Warga Kota Malang yang ingin memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM) dalam sepekan terakhir mesti berlomba untuk mendapatkan nomor antrian. Sebab ada pembatasan jumlah pengurusan perpanjangan hanya 50 orang dalam sehari. 

Akibatnya, warga mengeluhkan pelayanan perpanjangan SIM yang dinilai tidak efisien. Selain berebut nomor antrian, warga juga warga harus menyediakan waktu sejak pagi hingga sore hari.

Misalnya di pelayanan SIM Corner Plaza Araya Malang. Setiap pagi warga berlomba datang lebih pagi untuk mendapatkan antrean lebih cepat. 

"Sejak jam 8 pagi saya sudah antre untuk mendapatkan nomor antrean, sedangkan Plaza Araya buka jam 10 pagi. Loket Samsat baru buka jam 2 siang, kami harus menunggu selama itu," ungkap Tri Utami, salah satu warga Kelurahan Bunulrejo yang pekan ini melakukan perpanjangan SIM. Dia juga mempertanyakan penyebab lamanya pelayanan.

Hal serupa diungkapkan Dahlia, dia berharap pelayanan perpanjangan SIM bisa lebih efisien. Sehingga warga tidak perlu membuang waktu yang cukup lama hanya untuk mengurus perpanjangan SIM.

"Bagi orang yang bekerja, tentunya akan kesulitan jika harus sehari penuh mengurus perpanjangan SIM," tutur earga Merjosari itu.

Terpisah, Kasat Lantas Polres Malang Kota AKP Ari Galang Saputro mengungkapkan bahwa penyebab lamanya waktu pelayanan tersebut karena adanya kerusakan sistem. Menurutnya, sejak seminggu terakhir server untuk pengurusan perpanjangan SIM sedang bermasalah. 

Hal tersebut membuat petugas membutuhkan lebih banyak waktu di banding biasanya untuk melayani masyarakat. "Koneksi server dari pusat sedang tidak stabil, ini tidak hanya terjadi di Malang saja, tetapi seluruh Indonesia," katanya.

Terkait pembatasan kuota 50 orang per hari untuk pengurusan perpanjangan SIM, pihaknya mengakui bahwa pembatasan itu disebabkan karena kerusakan server tersebut.

"Karena servernya error ya kita batasi, karena kalau tidak dibatasi warga akan mengantre lebih lama," tegas Galang, sapaan akrabnya.

Satlantas Polresta Malang pun sudah melakukan antisipasi. Salah satunya menerbitkan SIM sementara jika masalah server masih berkepanjangan. "Itu masih kami kaji. Kalau seumpama sudah bisa berjalan lancar ya tidak usah pakai SIM sementara," terangnya.

Galang sendiri belum bisa memastikan normalnya server pelayanan SIM ini bisa kembali normal. Terlebih di tingkat pusat pun hingga saat ini masih dalam perbaikan. "Kami berharap secepatnya bisa kembali normal agar pelayanan publik tidak terganggu," harapnya.

Dia menambahkan, sebelum server pelayanan mengalami permasalahan, pelayanan perpanjangan SIM tidak akan membutuhkan waktu yang lama.

"Selama ini kan kegiatan perpanjangan SIM kalau sudah memenuhi persyaratan akan cepat prosesnya. Berbeda dengan pembuatan SIM baru yang prosesnya agak panjang," pungkasnya.