MALANGTIMES - Badan Penilitian dan Pengembangan Pertanian Kementrian Pertanian melalui Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) lepaskan sejumlah 21.260 benih jeruk di Kebun Percobaan (KP) Punten, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Sabtu (21/4/2018). Benih itu diberikan secara cuma-cuma alias gratis kepada Badan Perencanaan dan Litbang Kabupaten Batang dan Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang.

Pemberian benih jeruk ini, sebelumnya dilakukan dengan adanya Memorandum of Understanding, yang kemudian pada tahap pertama dilakukan pengiriman sejumlah 21.260 dari total 35 ribu benih yang akan diberikan. Benih jeruk itu langsung dikirim menggunakan lima truk dan langsung diberangkatkan ke Kabupaten Batang. 

Dari sejumlah 21.260 yang diberikan itu ada empat varites. Sejumlah empat varietas itu antara lain Keprok RGL, siam pontianak, keprok terigas, dan siam madu. “Benih yang diberikan itu memang secara gratis totalnya kami berikan 35 ribu, tapi untuk tahap pertama ini baru kami dikirimkan 21.260, sehingga masih ada sisa 14 ribu,” kata Kepala Balijestro Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementan Muhammad Taufiq Ratule.

Ia menjelaskan benih gratis ini diberikan sesuai dengan permintaan dari daerah setempat. Yang nantinya jeruk ini juga akan dikembangkan di Kabupaten Batang. 

“Sudah banyak petani dan dinas daftar untuk benih jeruk ini. Namun yang mengawali dikembangkan, dan nantinya ada pendampingan,” ungkapnya. 

Tidak hanya sekedar dikembangkan, untuk menjamin benih jeruk itu mereka juga akan diberikan pendampingan sebagai medan tempur inovasi jeruk nasional selain Banyuwangi. Ya nantinya benih jeruk itu akan dikembangkan dalam demontration plot (demplot) seluas 5-10 hektar dibawah kendali pemerintah setempat.

Dengan adanya pemberian benih itu upaya membantu masyarakat dan petani yang tidak mampu membeli benih. Yang harapannya jeruk berbasis inovasi ini bisa diproduksi dengan maksimal, yang nantinya bisa mengurangi angka import jeruk ke Indonesia.

“Kan harapan Kementan itu mengurangi import. Kalau bisa menghilangkan import khususnya jeruk,” jelas Taufiq.

Sementara itu, Kasubit Lingkungan Hidup dan Pertanian Badan Perencanaan dan Litbang Kabupaten Batang Isnen Ambar Santosa mengatakan upaya mengembalikan kejayaan jeruk di Kabupaten Batang. Dengan pemberian benih ini dari Kota Batu supaya bisa dikembangkan dan berhasil.  

“Di Kabupaten Batang dahulunya terkenal dengan jeruk seiring berjalannya waktu jeruk sudah tidak berjalan. Waktu itu kejayaan jeruk tahun 1970-an, karena itu kami ingin mengembangkan,” kata Isnen.

Rencananya di Kabupaten Batang akan mencoba mengembangkan kawasan luasan lahan minimal 2 ribu meter. Di sana petani siap menanam dan memelihara. Hanya saja untuk menyesuaikan penanaman jeruk harus melihat daerahnya. Jika diatas 1000 medan diatas permukaan laut (mdpl) akan dikembanhkan varietas keprok.

“Tidak hanya sekedar memberikan benih saja, tapi akan ada pendampingan dari dinas. Tujuannya agar nantinya benih ini bisa sukses,” imbuhnya kepada BatuTIMES.