Kerusuhan pertandingan Arema FC saat melawan Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Minggu (15/4/2018) lalu. (foto : Hendra Saputra/MalangTIMES)
Kerusuhan pertandingan Arema FC saat melawan Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Minggu (15/4/2018) lalu. (foto : Hendra Saputra/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Manajemen Arema FC kini bisa menentukan total kerugian atas insiden kerusuhan saat pertandingan Arema FC melawan Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan Malang, Minggu (15/4/2018) lalu. 

Media Officer Arema FC, Sudarmaji menjelaskan pihaknya sekarang masih fokus menangani kesembuhan korban dan belum bisa memperhitungkan jumlah total kerugian fasilitas stadion yang rusak.

"Kami sekarang fokus pada evakuasi korban dan bertanggungjawab semua biaya medis korban atau keluarganya. Kami belum tahu secara detil berapa total kerugian fasilitas stadion, perkiraan saya sekitar Rp 10 jutaan," kata Sudarmaji.

Disinggung terkait sanksi yang diterima Aremania untuk menutup tribun timur?. "Hari ini kami bersurat ke Komdis PSSI terkait teknisnya penutupan sebagian tribun timur itu yang seperti apa dan ini yang masih kami pertanyakan," terangnya.

Lebih lanjut Sudarmaji memprediksi kapasitas maksimal jumlah penonton di tribun timur sekitar 12 ribuan. "Kalau daya tampung maksimal penonton di tribun Timur sampai yang berdiri sekitar 12 ribuan orang. Nah kami belum tahu pasti kerugiannya berapa. Kalau yang dikosongkan di tribun bawah skore saja baru kita tahu total kerugiannya," jelasnya.

Bila diprediksi dengan kapasitas maksimal penonton di tribun timur 12 ribuan dikalikan harga tiket big match Rp 40 ribu. Maka Aremania mengalami total kerugian sekitar Rp 480 jutaan di laga Arema FC melawan Persipura Jayapura pada 27 April mendatang.

Disamping itu, dalam insiden kerusuhan Minggu lalu Arema FC mendapat sanksi Komdis PSSI pada Kamis (19/4/2018) malam. Dalam sanksinya ada dua surat yaitu surat pertama Nomor 022/L1/SK/KD-PSSI/IV/2018 yang berisi keterangan tentang tingkah laku buruk suporter Arema FC yang berakibat pada denda 250 juta.

Sedangkan untuk surat kedua dengan Nomor 023/L1/SK/KD-PSSI/IV/2018  berisi keterangan tentang tingkah laku buruk panitia pelaksana pertandingan. 

Dimana dalam surat tersebut intinya panpel Arema FC gagal memberikan rasa nyaman pada perangkat pertandingan. Lalu, kedua karena terjadi pelemparan botol dan sepatu yang mengakibatkan terlukanya pelatih Persib Bandung dan penyalaan flare serta turunnya penonton ke dalam lapangan. 

Dalam surat tersebut Panpel Arema FC dikenakan denda 50 juta rupiah. Tak hanya denda saja,  Panpel Arema FC juga dihukum penutupan sebagian  tribun di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang. 

Penutupan tribun yang dimaksud yaitu di tribun sebelah Timur dalam laga melawan Persipura Jayapura pada 27 April 2018 dan melawan PSM Makassar pada 13 Mei 2018 mendatang.