Para peserta lomba make up dan fashion show di Lapas Wanita Klas II A Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Para peserta lomba make up dan fashion show di Lapas Wanita Klas II A Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Semangat RA Kartini untuk membawa semangat kemajuan bagi kaum perempuan juga menjadi ilham para warga binaan (WB) atau narapidana Lapas Wanita Klas II A Malang. Hari ini (20/4/2018) pihak lapas menggelar lomba make up sebagai bagian peringatan Hari Kartini, 21 April besok.

Sebanyak 12 warga binaan saling berpasangan untuk merias rekannya. Meski tak setiap hari memanfaatkan alat-alat make up, mereka tetap cekatan menyapukan bedak hingga membentuk alis tebal kekinian. Bak penata rias profesional, selama 30 menit mereka menyulap tampilan rekan timnya menjadi makin memesona.

Setelah sesi make up usai, mereka berlenggak-lenggok seperti dalam pagelaran fashion show di hadapan warga binaan lain. Ratusan warga binaan pun bersorak-sorai saat warga binaan andalan mereka tampil layaknya model. Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Asian Medical Association (AMSA) dari mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Ketua pelaksana, Triaini Fajrin Juliana mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut untuk mengenang dan menularkan semangat RA Kartini. Terlebih bagi para perempuan yang memang punya masa lalu yang tidak cukup baik, agar mendapatkan motivasi hidup. "Kami beri motivasi, harapannya bisa memberikan sesuatu yang baik untuk mereka ke depannya," kata mahasiswi jurusan kedokteran, semester 6 itu.

Selain lomba make up dan fashion show, juga digelar talk show dengan dua tema. Yakni soal kesehatan reproduksi wanita dan pemberdayaan perempuan atau empowerment women. "Dua tema itu kami nilai relevan. Karena tahu sendiri, kalau kanker serviks semakin jahat dan semakin banyak pasiennya. Jadi ini sebagai upaya preventif dari tenaga medis," terang Aini, sapaan akrabnya.

Untuk tema pemberdayaan perempuan, diharapkan dapat memotivasi untuk tidak takut akan stigma negatif yang kerap dilekatkan masyarakat pada mantan warga binaan. "Harapannya, ketika para napi tersebut sudah keluar dari lapas, bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan memberikan energi positif untuk masyarakat di sekitarnya," tegasnya.

Salah satu warga binaan, Ana mengatakan bahwa dirinya antusias dengan kegiatan ini. Apalagi, perempuan asal Tuban itu memang hobi merias. "Bakat saya rias. Alhamdulillah ada acara ini, bisa salurkan bakat," ujar perempuan 20 tahun itu.
Ana sendiri memaknai hari Kartini ini dengan perasaan syukur. "Bersyukur aja. Walaupun di dalam lapas masih bisa berkarya," kata dia.

Dia pun mengambil semboyan Kartini yakni Habis Gelap Terbitlah Terang sebagai pedoman. "Habis gelap terbitlah terang, jadi setelah keluar dari lapas bisa terang (masa depan lebih cerah)," jelasnya. 

Menurutnya, lomba make up tersebut juga memberi semangat agar permpuan bisa cantik luar dalam seperti sosok RA Kartini. Dia pun mempunyai rencana, setelah selesai menjalani masa hukuman nanti, dia akan membuka salon untuk menyalurkan bakatnya. "Setelah keluar (lapas) mau buka salon, berkarya lah," pungkasnya.