Pakai Skenario Mengerikan, Pemkot Malang Latih Warga Tangguh Bencana

Apr 20, 2018 08:45
Warga melakukan simulasi bencana pohon tumbang dalam kegiatan latihan gabungan yang diselenggarakan BPBD Kota Malang. (Foto: BPBD Kota Malang for MalangTIMES)
Warga melakukan simulasi bencana pohon tumbang dalam kegiatan latihan gabungan yang diselenggarakan BPBD Kota Malang. (Foto: BPBD Kota Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang terus melakukan antisipasi kejadian bencana di wilayahnya. Mereka juga melibatkan warga sipil dan kalangan pengusaha untuk tanggap melakukan tindakan pertama pasca-bencana. 

Sebanyak 250 warga dari lima kecamatan dilibatkan dalam Latihan Gabungan (Latgab) Tangguh Bencana yang digelar dalam dua hari, yakni Selasa (17/4/2018) dan kemarin (18/4/2018). Kepala BPBD Kota Malang J. Hartono mengungkapkan, latihan gelombang pertama melibatkan warga dari Kecamatan Sukun dan Kedungkandang serta berlangsung di lapangan sepak bola Kelurahan Bakalankrajan.

Sementara gelombang kedua menggandeng warga dari Kecamatan Lowokwaru, Klojen, dan Blimbing di lapangan sepak bola Amprong. "Latgab bersama unsur masyarakat, aparat serta perwakilan dunia usaha kami gelar agar warga masyarakat juga tanggap dan tangguh bencana. Apalagi Kota Malang termasuk rawan," ujar Hartono.  

Kerawanan tersebut, lanjut Hartono, ditampilkan dalam skenario-skenario yang dilaksanakan selama pelatihan. Salah satunya bencana pohon tumbang. Sepanjang 2018 ini, terdata sudah ada 16 kali kejadian pohon tumbang di wilayah Kota Malang. Dalam latgab tersebut, digambarkan satu warga terjebak di bawah sebuah pohon yang ambruk. Warga lain pun bahu-membahu melakukan evakuasi. Mulai dari menggergaji kayu hingga menyiapkan tandu untuk mengusung korban yang tak sadarkan diri.

"Kami latih bagaimana cara evakuasi, misalnya, ada pohon tumbang. Korban terjebak atau jika sampai menimbulkan korban. Meskipun hingga saat ini kejadian nyata tercatat nihil korban jiwa," ucapnya.

Hartono mengatakan bahwa acara ini merupakan kegiatan rutin BPBD dengan maksud memberikan tambahan pengetahuan kebencanaan. Juga melatih ketangguhan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat bencana. "Dengan kegiatan ini, kami berharap masyarakat bisa tanggap terhadap bencana yang datang kapan pun dan di mana pun," ungkapnya. 

Latihan gabungan tersebut diawali dengan pemberian teori dasar evakuasi korban dan penggunaan peralatan kebencanaan. Misalnya taIi-temali, evakuasi korban, manajemen tenda, hingga distribusi bantuan. Selanjutnya, dilakukan praktik langsung oleh peserta. 

Mengenai pelatihan yang melibatkan masyarakat di lima kecamatan, Hartono menyebut bahwa penanganan bencana tidak mengenal batas wilayah. Tidak ada Iarangan untuk saling menolong sesama warga yang sedang terkena musibah. "Tidak ada batasan wilayah dalam penanganan bencana. Tiap kecamatan wajib saling memberi bantuan jika dibutuhkan," katanya. 

Hartono juga mengaku bahwa BPBD sudah menjalin kerja sama terkait kebencanaan dengan dunia usaha dan dunia pendidikan, baik dalam sosialisasi maupun latihan bersama. "Kami sudah menggandeng beberapa perusahaan serta universitas. Konkretnya kerja sama dalam peran serta kebencanaan," tambah dia. 

Salah satu peserta, Div Endless, menyebutkan bahwa Iatihan gabungan ini memberikan banyak manfaat. Selain mendapatkan pengetahuan tentang tata cara penyelamatan korban, juga bisa mengenal peralatan dasar kedaruratan. "Saya baru tahu bahwa evakuasi korban itu ada tekniknya. Sebelumnya saya pikar asal angkat saja, selesai," ujarnya. (*)

Topik
Pemkot MalangWarga Tangguh BencanaBadan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru