Romdhoni Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang saat menyampaikan pembangunan Jembatan Jurang Mayit di Srigonco, Bantur yang ditarget selesai tahun ini. (Foto: Nana/ MalangTIMES)

Romdhoni Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang saat menyampaikan pembangunan Jembatan Jurang Mayit di Srigonco, Bantur yang ditarget selesai tahun ini. (Foto: Nana/ MalangTIMES)



MALANGTIMES - Jurang Mayit yang terletak di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, merupakan akses warga dan wisatawan yang akan menuju berbagai destinasi wisata pantai selatan. 

Sayangnya, akses jalan yang ekstrim dan rawan kecelakaan membuat banyak warga dan wisatawan kerap mengeluh saat melintasinya. Hal inilah yang membuat Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, turun tangan dalam menyelesaikan persoalan akses wisata pantai tersebut. 

Sejak tahun lalu, pembangunan jembatan baja di Jurang Mayit yang terkenal angker dan rawan kecelakaan telah dimulai. Pembangunan jembatan yang pada tahap I dianggarkan sebesar Rp 5 miliar telah selesai dengan progres 30 persen. 

"Tahap I selesai dan di tahun ini akan kembali dilanjutkan dengan target 100 persen selesai," kata Romdhoni Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang,  Kamis (19/04) kepada MalangTIMES. 

Lokasi pembangunan jembatan di jurang mayit Srigonco,  Bantur tahap I selesai (Nana)

Tahap I pembangunan yang difokuskan untuk pengerasan dan pengecoran dengan medan yang ekstrim. Akan dilanjutkan sekitar bulan Mei-Juni 2018 untuk proses pembangunan jembatan yang mirip dengan Jembatan Wonokerto. Anggaran pun telah disiapkan,  dimana total anggaran yang direncanakan untuk pembangunan sebesar Rp 30 miliar.  

Anggaran yang terbilang besar tersebut,  menurut Romdhoni dikarenakan spesifikasi material jembatan Jurang Mayit terbuat dari baja murni dengan panjang 120 meter dan lebar 3,5 meter. 

“Medan yang ekstrim dan spesifikasi material ini yang membuat anggarannya terlihat besar,” ujar Romdhoni yang berharap dengan penyelesaian Jembatan Jurang Mayit tersebut, warga dan wisatawan akan semakin mudah untuk mengunjungi wisata pantai yang berderet di wilayah selatan. 

"Harapan lainnya tentu akan semakin banyak wisatawan yang datang. Sedangkan untuk jalan lama tetap bisa difungsikan," imbuhnya. 

Target penyelesaian Jembatan Jurang Mayit di tahun 2018 ini juga sebagai jawaban riil bagi Pemerintah Kabupaten Malang terhadap beberapa rekomendasi DPRD dalam bidang pembangunan. Yaitu lebih memfokuskan pembangunan sarana prasarana dan fasilitas pendukung di desa dan kecamatan secara merata, khususnya lokasi-lokasi penghubung pariwisata.

 

End of content

No more pages to load