Hati-Hati dengan Derasnya Informasi, Bupati Rendra: Tanya Persoalan kepada Ahlinya

Apr 18, 2018 12:18
Bupati Malang Rendra Kresna (tengah) menyampaikan agar seluruh elemen bijak dan berhati-hati dalam menafsir informasi dari berbagai broadcast internet melalui medsos. (dok. Nana)
Bupati Malang Rendra Kresna (tengah) menyampaikan agar seluruh elemen bijak dan berhati-hati dalam menafsir informasi dari berbagai broadcast internet melalui medsos. (dok. Nana)

MALANGTIMES - Peringatan Isra Mikraj yang digelar di pendapa Kabupaten Malang,  Kepanjen,  Rabu (18/04), selain diisi tausiyah, digenapi dengan beberapa isu krusial yang dihadapi masyarakat saat ini. 

Baca Juga : Warga Terdampak Covid-19 di Kabupaten Malang, Bakal Dapat Pasokan Makanan Dapur Keliling

Isu krusial tersebut adalah mengenai cepat tumbuhnya teknologi informasi dalam masyarakat yang diikuti dengan bermunculannya smartphone yang kian terjangkau berbagai kalangan. 

Budaya baru menyerap informasi dari hal konvensional ke arah teknologi dengan gampang saat ini menyimpan sisi berbahaya bagi mereka yang tidak memiliki dasar melakukan kerja analisis, studi banding isu, atau persoalan sampai pada melakukan diskusi tatap muka dengan para ahli secara langsung. 

Hal inilah yang disorot oleh Bupati Malang Dr H Rendra Kresna dalam sambutannya di hadapan seluruh jajaran serta tamu undangan yang memadati pendapa di Jalan Panji,  Kepanjen, itu. "Kita bersyukur dengan adanya kemajuan teknologi saat ini. Tapi kita wajib waspada dengan sisi lain yang akan membawa kemudaratan, " kata Rendra,  Rabu (18/04). 

Sikap kehati-hatian dalam memproses berbagai informasi yang seperti ombak lautan dengan semakin canggihnya teknologi informasi memasuki kehidupan manusia merupakan upaya pembelajaran yang penting dalam menyikapi derasnya informasi yang dengan mudah diakses oleh siapapun. Bahkan, anak-anak pun yang secara psikologis belum memiliki ketahanan, apalagi mencerna berbagai persoalan yang dibawa teknologi ke smartphone mereka, akan menjadi korban paling rentan apabila tidak adanya kehati-hatian orang tuanya. 

"Banyak program di internet yang membawa atau disisipkan menjadi muatan yang anak-anak belum saatnya melihat atau mengenalnya. Ini tentu berbahaya kalau orang tua tidak hati-hati mengawasinya," ujar Rendra. 

Baca Juga : Dinsos-P3AP2KB Salurkan Bantuan bagi 1.666 Warga Miskin

Bukan hanya anak-anak. Generasi pemuda yang kini sangat akrab dengan internet pun memiliki kerentanan dalam sisi yang mudarat saat berhubungan dengan informasi yang mudah mereka akses. Berbagai isu yang hanya dibaca tanpa penguatan berpikir serta ditafsir apa adanya akan mengakibatkan persoalan serius. 

Rendra mencontohkan maraknya broadcast ke smartphone dari berbagai sumber tidak diketahui yang ditelan mentah-mentah pembaca. Menurut dia, hal itu akan menjadi alat pemecah persatuan,  kerukunan dan ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Berbagai isu yang diviralkan melalui media sosial dan menyebar begitu cepat tidak jarang merupakan alat dari kepentingan golongan kecil untuk melakukan instabilitas dan inharmoni masyarakat. 

"Maka saat kita tidak memahami suatu hal yang disampaikan teknologi,  tanyakan pada ahlinya. Kalau masalah keagamaan,  tanya pada kiia,  ustad atau alim ulama. Jangan ditafsir sendiri sehingga pemahamannya salah dan ujungnya salah paham," urai ketua DPW Partai NasDem Jawa Timur (Jatim) ini. 

Rendra juga menekankan agar seluruh elemen bijak dalam menyikapi berbagai broadcast yang membanjiri smartphone. "Terutama bagi anak muda yang familiar dengan teknologi. Jadikan teknologi bermanfaat dalam kehidupan,  jangan sampai malah membawa mudarat, " pungkasnya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Berita MalangBUPATI MALANGRendra KresnaPeringatan Isra Mikrajpendapa Kabupaten Malang Kepanjen

Berita Lainnya

Berita

Terbaru