foto istimewa (Centroone)
foto istimewa (Centroone)

MALANGTIMES - Baru sehari MalangTIMES menyebar gambar tentang "Hapus Tato Gratis Pertama di Malang", antusiasme masyarakat Malang Raya maupun luar kota terlihat sangat tinggi. Bahkan, crew dibuat sampai kewalahan saat menerima pertanyaan dari calon peserta. 

MalangTIMES (JatimTIMES Group) yang menjadi media partner satu-satunya dalam acara Hapus Tato Gratis Pertama di Malang hari ini diserbu oleh banyak kalangan orang bertato, baik dari pesan singkat, telepon ataupun langsung kekantor. 

Kamis (12/4/2018) seluruh karyawan MalangTIMES resmi menyebarkan gambar dengan menggunakan story yang ada di Whatsapp maupun story di Instagram. 

Tak membutuhkan waktu lama untuk menjaring peserta, sekitar pukul 22.30 crew MalangTIMES langsung dihubungi dengan bermacam-macam cara. Salah satunya lewat pesan Whatsapp maupun langsung telepon. 

Tercatat, ada sekitar 400+ orang yang bertanya kepada Irmawati (salah satu crew MalangTIMES) untuk mengkonfirmasi kebenaran gambar tersebut. 

"Mulai setengah 11 (22.30 WIB) handphone saya berbunyi terus. Jadi beberapa kali saya angkat telpon dan kalau pesan Whatsapp itu tidak ada berhentinya sampai tadi sore," ujarnya. 

Sementara itu, Raafi Prapandha (crew MalangTIMES) mengaku sudah ada 29 orang yang resmi tercatat mengikuti Hapus Tato Gratis Pertama di Malang yang rencananya akan digelar di Mall Dinoyo City. 

"Untuk data yang tercatat itu ada 29 orang yang mengikuti. Tapi itu saya rasa masih akan terus bertambah, karena ada sekitar 100+ orang yang terus menanyakan acara itu," katanya. 

Selain MalangTIMES ada juga BMH yang juga turut menjadi tempat penerimaan calon peserta Hapus Tato Gratis Pertama di Malang itu. 

Manager Operasional BMH Jatim gerai Malang, Sony Abdul Karim mengatakan bahwa saat ini sudah ada 30 orang yang sudah menyetorkan KTP dan KK untuk kelengkapan menjadi peserta. 

"Pendaftar itu menghubungi kami lewat media Whatsapp dan telepon, mulai tadi pagi sudah sangat banyak. Semoga semakin banyak yang mengikuti, jadi bukan hanya 200 orang saja yang ditentukan, kami berharap lebih," jelasnya.