Hasil Mediasi Dinas Pendidikan Tidak Dijalankan, Kadisdik Surati Kepala SMPN 4 Kepanjen

Kadisdik Kabupaten Malang M. Hidayat akan segera mengirim surat kepada kepala SMPN 4 Kepanjen untuk segera menindaklanjuti hasil kesepakatan antara seluruh pihak mengenai komite sekolah. (Nana)
Kadisdik Kabupaten Malang M. Hidayat akan segera mengirim surat kepada kepala SMPN 4 Kepanjen untuk segera menindaklanjuti hasil kesepakatan antara seluruh pihak mengenai komite sekolah. (Nana)

MALANGTIMES - Perseteruan berkepanjangan antara kepala SMPN 4 Kepanjen dan komite sekolah lama seyogianya telah selesai melalui berbagai mediasi yang dilakukan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang. Sayangnya,  berbagai keputusan dalam setiap forum yang diinisiasi oleh Disdik Kabupaten Malang dan melibatkan seluruh pihak yang berseteru itu belum terlihat dilaksanakan oleh Kepala SMPN 4 Kepanjen Suburyanto. 

"Dari awal sudah kami fasilitasi agar tidak berlarut-larut persoalan ini. Khususnya mengenai komite sekolah yang sudah disepakati bersama. Kalau masih belum ada tindak lanjut,  saya segera kirim surat ke SMPN 4 Kepanjen," tandas M. Hidayat, kepala Disdik Kabupaten Malang, Jumat (13/04). 

Respons kadisdik Kabupaten Malang ini disinyalir muncul karena tidak adanya tindak lanjut yang telah disepakati oleh kedua belah pihak atas kisruh pemecatan komite sekolah lama. Yaitu pembentukan komite baru hasil mediasi Disdik yang melibatkan para orang tua murid beberapa waktu lalu. 

Salah satu hasil pertemuan tersebut adalah  menyepakati komite baru yang diketuai oleh Warsito yang dipilih dalam musyawarah orang tua murid. Melalui kesepakatan tersebut,   komite lama yang diketuai Sugiyanto maupun yang dibentuk Suburyanto secara otomatis demisioner.

Status demisioner komite lama maupun komite bentukan Suburyanto dikarenakan status komite baru belum mendapatkan surat keputusan (SK) dari kepala SMPN 4 Kepanjen. Ternyata,  di lapangan komite yang diketuai oleh Warsito yang dipilih secara langsung oleh wali murid atas fasilitasi Disdik, yaitu tanggal 05 April 2018, sampai saat ini belum mendapatkan SK. 

Hal ini disampaikan secara langsung oleh Warsito. Kepada media, dia menyatakan,  komite baru sampai saat ini belum mengantongi SK kepala sekolah. "Belum,  saya tidak tahu kenapanya. Padahal kadisdik waktu itu meminta kami untuk segera bekerja demi keberlangsungan sekolah, " ujar Warsito. 

Saat kondisi itu disampaikan kepada Dayat, sapaan kadisdik Kabupaten Malang, dirinya merasa kecewa terhadap hal tersebut. "Padahal, kami sesuai instruksi Bapak Bupati telah melakukan berbagai upaya dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Kami akan secepatnya mengirim surat kepada kasek untuk menindaklanjuti hal tersebut," tegasnya kepada MalangTIMES. 

Dayat juga menyampaikan,  pembentukan komite sekolah baru ini telah disepakati sesuai aturan. Bahkan,  komite lama pun telah legawa dan siap mendukung komite sekolah di bawah Warsito.  "Semua sudah sepakat. Tapi kalau di pihak kasek yang malah jadi masalah,  kami akan segera ambil tindakan. Untuk SK komite, saya akan kirim surat. Kalau tidak hari ini mungkin Senin depan maksimal, " ujar Dayat. 

Berbagai mediasi yang dilakukan Disdik Kabupaten Malang sebenarnya hanya bertujuan agar tidak ada persoalan yang berlarut-larut dalam dunia pendidikan di wilayahnya. Apalagi sampai mengganggu proses belajar mengajar guru dan siswa dikarenakan perseteruan antara Kasek dan komite sekolah. “Kami ingin antara kasek dan komite bisa saling berkerja sama. Sehingga akan menghasilkan manfaat besar bagi dunia pendidikan, " pungkas Dayat. (*)

Editor : Yunan Helmy
Publisher : Alfin Fauzan

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top