Bupati Malang Rendra Kresna saat panen raya bersama petani Kepanjen. Kepedulian Pemkab Malang terhadap dunia pertanian juga diharapkan bisa menjadi ruang menjaga generasi petani. (Nana)
Bupati Malang Rendra Kresna saat panen raya bersama petani Kepanjen. Kepedulian Pemkab Malang terhadap dunia pertanian juga diharapkan bisa menjadi ruang menjaga generasi petani. (Nana)

MALANGTIMES - Komitmen Pemerintah Kabupaten Malang dalam dunia pertanian terus dijaga dan ditingkatkan oleh Bupati Dr H Rendra Kresna beserta jajaran terkaitnya.

Berbagai program di sektor pertanian yang melindungi para petani di Kabupaten Malang secara nyata diaplikasikan secara kontinyu. Baik secara langsung dalam berbagai kebijakan yang ada maupun dalam memberikan motivasi kepada petani untuk terus bersetia kepada mata pencahariannya. 

Bahkan,  Rendra secara khusus selalu menyelipkan pesan kuat agar dunia pertanian tidak mati obornya dengan tidak adanya regenerasi petani di masa depan. Hal ini kerap disampaikannya dalam berbagai kegiatan pertanian di tingkat desa. 

"Teruslah berkarya sebagai petani yang sukses. Jangan lupa juga terus motivasi anak-anak kalian untuk mencintai profesi petani. Sehingga Kabupaten Malang akan tetap terjaga kemandirian pangannya kapanbpun," kata Rendra,  Jumat (13/04). 

Regenerasi petani menjadi sangat penting untuk terus dikawal dan dijaga. Di tengah arus modernitas yang semakin menjauhkan masyarakat terhadap pertanian,  khususnya menjadi petani, persoalan ini tentunya menjadi sangat urgen dikedepankan. 

Rendra pun tak lelah untuk terus mengawal keberlangsungan dunia pangan yang berada di pundak para petani. Berbagai kebijakan,  misalnya, seperti program peningkatan kesejahteraan petani,  peningkatan produksi,  produktivitas dan mutu hasil tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan,  diberi ruang lebar. 

Bupati Malang Rendra Kresna saat melihat hasil pertanian di Wonosari (Nana)

Program-program yang disematkan di Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang pun diikuti dengan anggaran terbilang besar,  yaitu mencapai sekitar Rp 13,75 miliar untuk belanja barang dan jasa. 

Rendra mengatakan, kepedulian kebijakan anggaran kepada petani ini juga dalam upaya mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan sebagai program nasional. "Pemerintah memahami betapa profesi petani sangat mulia dan berat di zaman saat ini. Maka kewajiban pemerintah untuk memberikan kemudahan,  perlindungan dan bantuan untuk mewujudkan program strategis tersebut, " ungkapnya. 

Tidak kalah penting adalah regenerasi petani itu sendiri. Generasi muda yang diawali dari lingkup kecil sebuah keluarga petani,  memiliki tugas untuk mengenalkan peran penting pertanian itu sendiri. 

"Maka beri contoh dengan kesuksesan menjadi petani. Beri motivasi kepada anak-anak bahwa menjadi petani itu sebuah profesi yang menjanjikan secara materi dan mulia, " tegas Rendra yang juga kerap menyampaikan dunia pertanian sekarang memang membutuhkan anak-anak generasi milineal. 

Paradigma petani itu kotor dan berpenghasilan tidak menentu, lanjut Rendra,  harus dipupus. "Petani generasi masa depan telah dicontohkan oleh negara-negara maju. Dan petani kita bisa juga lebih dari mereka," motivasi Rendra kepada para petani. (*)