Perwakilan MCW berdialog dengan kapolres Malang (dua dari kiri) yang ditemani kasatreskrim mengenai dugaan korupsi Pasar Sumedang, Kepanjen, Rabu (11/04). (Nana)
Perwakilan MCW berdialog dengan kapolres Malang (dua dari kiri) yang ditemani kasatreskrim mengenai dugaan korupsi Pasar Sumedang, Kepanjen, Rabu (11/04). (Nana)

MALANGTIMES - Malang Corruption Watch (MCW) kembali mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang untuk segera menuntaskan pembangunan Pasar Sumedang yang terletak di wilayah Kepanjen. 

Setelah melakukan temu media beberapa bulan lalu,  kini MCW mendatangi Mapolres Malang dan menyampaikan persoalan pembangunan Pasar Sumedang yang dituding ada indikasi dugaan korupsi. 

Pihak MCW yang diwakili oleh Ibnu Syamsu Hidayat menyampaikan secara langsung kepada Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung mengenai adanya dugaan korupsi dalam pembangunan pasar yang dimulai sejak tahun 2013 itu.

Ibnu mengatakan, proses pengadaan barang dan jasa pembangunan Pasar Sumedang patut dicurigai terjadi permainan kotor berupa korupsi.  "Selain karena sampai saat ini belum selesai juga, catatan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan adanya pengurangan volume pekerjaan," kata Ibnu Rabu (11/04). 

Catatan BPK atas pembangunan Pasar Sumedang dilakukan tahun 2013 saat pihak ketiga yang memenangkan tender, yaitu PT TPA, ditemukan adanya kerugian negara sebesar Rp 47.985.678. Temuan tersebut bahkan telah ditangani kepolisian. "Tapi sampai saat ini kita tidak mengetahui status perkembangannya. Apa telah naik tingkat penuntutan atau diberhentikan," ujar Ibnu. 

Hal inilah yang membuat MCW menghadap ke Polres Malang dalam upaya meminta pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap indikasi dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa tersebut. 

Selain hal tersebut,  MCW mendesak pihak kepolisian untuk menyampaikan kepada publik terkait keseriusan dalam pemberantasan korupsi di Kabupaten Malang. "Tentunya kami meminta juga Pemkab Malang untuk menyelesaikan pembangunan pasar yang mangkrak tersebut," imbuh Ibnu. 

Pembangunan Pasar Sumedang yang dimulai sejak tahun 2013 sampai sekarang memang memiliki beberapa kendala dalam proses penyelesaiannya. Bahkan untuk pihak ketiga telah berganti dua kali sampai tahun 2017 lalu. Sisi anggaran menjadi salah satu kendala sehingga pembangunan Pasar Sumedang berjalan secara bertahap. (*)