Debat Publik Pilkada Kota Malang Putaran Pertama  9

MALANGTIMES - Meski sempat tersendat dalam beberapa sesi, tim sukses (timses) paslon nomor urut 2 Moch Anton - Syamsul Mahmud (ASIK) optimis menuai respons positif dari masyarakat pasca gelaran Debat Publik Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang Periode 2018-2023, Sabtu (7/4/2018) malam di Harris Hotel Malang.

Syamsul yang tampil sendiri tanpa didampingi Moch Anton yang saat ini tengah berperkara dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, mengaku penampilannya cukup optimal.

"Ya dibilang nervous (gugup) enggak sih. Kan sudah harus siap untuk ini. Ya Alhamdulillah (lancar) dan mohon doanya agar lebih bagus untuk Kota Malang," paparnya.

Dia mengakui, bahwa tanpa Anton tampilannya kurang maksimal. "Tanpa Abah (Anton) memang kita sangat ini ya. Kita doakan untuk Abah Anton dulu. Yang dia sedang jalani praduga tak bersalah ini. Mudah-mudahan beliau dikasih jalan yang terbaik," ungkapnya. 

Pria berlatar belakang pengusaha properti itu menyebut bahwa dirinya bakal berbenah. "Untuk pimpin Kota Malang kan enggak mudah, saya harus belajar dan mempersiapkan diri lebih baik," tegasnya.

Dia mengaku tidak banyak persiapan khusus yang dilakukan sebelum melakukan debat. Dia hanya lebih banyak mendalami visi misi yang diusung untuk disampaikan ke masyarakat.

Ditanya terkait kemungkinan pergerakan elektabilitas atau popularitas pasca-debat, Syamsul menyerahkan sepenuhnya pada masyarakat.

"Saya kurang tahu (apakah akan berpengaruh) karena itu pilihan masyarakat. InsyaAllah saya yakin soal performa debat ini," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Timses Paslon ASIK Arief Wahyudi justru optimis bawa calon yang diusung bakal mendapat simpati dari masyarakat. "Debat ini pengaruhnya positif (pada elektabilitas paslon nomor urut 2)," tegasnya.

Seperti yang disampaikan sejak awal, menurut Arief timnya menyuguhkan debat apa adanya. "Tidak ada persiapan khusus. Kami suguhkan apa adanya karena calon pemimpin itu harus apa adanya, tidak dibuat-buat," pungkasnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, da tiga pasangan calon (paslon) yang berlaga dalam perebutan tampuk pimpinan Pemerintah Kota Malang.

Nomor urut 1 ada pasangan Ya'qud Ananda Gudban - Achmad Wanedi (Menawan), nomor urut 2 ada petahana Moch Anton - Syamsul Mahmud (ASIK), serta nomor urut 3 juga petahana Sutiaji - Sofyan Edi Jarwoko (SAE).

Dua cawali tengah berpekara dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI dan menjalani masa tahanan di Jakarta, yakni Ya'qud Ananda Gudban dan Moch Anton dipastikan tidak hadir. Sehingga, hanya menyisakan wakil-wakilnya untuk berlaga.