Naik 1,1 Miliar, Pajak Hotel Terdongkrak Geliat Sektor Pariwisata

Apr 08, 2018 15:40
Ilustrasi hotel. Geliat pariwisata di Kabupaten Malang telah menggairahkan bisnis hotel dan sejenisnya di berbagai wilayah. Hal ini terlihat dari grafis kenaikan pajak hotel setiap tahun. (Ist)
Ilustrasi hotel. Geliat pariwisata di Kabupaten Malang telah menggairahkan bisnis hotel dan sejenisnya di berbagai wilayah. Hal ini terlihat dari grafis kenaikan pajak hotel setiap tahun. (Ist)

MALANGTIMES – Tentunya patut berbangga. Menggeliatnya sektor pariwisata yang menjadi andalan pendapatan asli daerah (PAD) diikuti pula pergerakan di sektor lainnya. Khususnya bidang perpajakan di bawah leading sektor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang yang aktif mengimbangi geliat pariwisata.

Baca Juga : Turut Terdampak Covid-19, Pembangunan Rest Area Terminal Madyopuro Ditunda

Upaya Bapenda Kabupaten Malang dalam mengikuti ritme sektor pariwisata tersebut, menghasilkan trend positif dalam pendapatan pajak hotel, losmen, rumah pesanggrahan (home stay) maupun rumah kos, sebagai bagian penunjang pariwisata.

Tren positif tersebut berkaitan dengan adanya peningkatan pendapatan dari pajak hotel setiap tahunnya. Tercatat di tahun 2016, pendapatan pajak dari hotel mencapai Rp 1,7 miliar yang dibukukan dan masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Malang tahun 2017. Di tahun 2017 pendapatan dari pajak hotel meningkat. Seperti terlihat dalam postur APBD tahun 2018, yaitu sebesar Rp 2,8 miliar.

“Ada kenaikan pendapatan dari pajak hotel sekitar 1,1 miliar rupiah. Ini tentunya trend positif bagi PAD. Geliat pariwisata sebagai program unggulan di Kabupaten Malang secara langsung juga mendongkrak dunia perhotelan,” kata Purnadi Kepala Bapenda Kabupaten Malang, Minggu (08/04).

Kenaikan pendapatan dari pajak hotel yang di derek oleh pariwisata sejak tahun 2016 sampai saat ini, tidak lepas dari kebijakan Bupati Malang Dr H Rendra Kresna yang menjadikannya pariwisata sebagai program  unggulan dengan tagline The Heart of East Java. Program optimalisasi pariwisata inilah yang jadi fokus kerja seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Malang sesuai tupoksinya masing-masing. Tak terkecuali Bapenda Kabupaten Malang yang mampu meraih geliat dan semangat masyarakat mewujudkan wilayahnya sebagai destinasi wisata, melalui penyadaran kepada pelaku di sektor pariwisata sebagai subjek pajak.

Kenaikan signifikan, kata Purnadi, di sektor pendapatan pajak perhotelan terdapat di wilayah losmen, rumah penginapan, pesanggrahan, hostel dan rumah kost. Bapenda Kabupaten Malang mencatat tahun 2016 dari sektor tersebut hanya mendapatkan nilai pajak sebesar Rp 5 juta. Jauh meningkat dengan tahun berikutnya, yaitu sebesar Rp 138 juta, di sektor yang sama.

Baca Juga : Pandemi Covid-19, Revitalisasi Pasar Bunulrejo Dibatalkan

“Kenaikan di sektor ini sangat besar sekali prosentasenya. Ini memperlihatkan geliat pariwisata di Kabupaten Malang yang berada di perdesaan, telah melahirkan para pengusaha lokal di bidang tempat tinggal sementara untuk para wisatawan,” terang Purnadi kepada MalangTIMES.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang Purnadi (Nana)

Sedangkan untuk sektor hotel atau cottage, tercatat tahun 2017 menghasilkan pendapatan sebesar Rp 2,66 miliar. Sedangkan tahun lalunya membukukan sebesar Rp 1,69 miliar. Ada kenaikan penambahan pajak hotel sebesar Rp 970 juta.

“Kita optimis tahun ini akan semakin membaik dan bertambah untuk pendapatan pajak hotel. Kita melihat sektor pariwisata terus tumbuh di berbagai wilayah di Kabupaten Malang,” pungkas Purnadi.

Topik
pajak hotelsektor pariwisataBadan Pendapatan Daerahbapenda kabupaten malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru