Debat Publik Pilkada Kota Malang Putaran Pertama (5)

ASIK Janji Peningkatan Beasiswa Sesuai Ketentuan untuk Negeri-Swasta, Bikin Pasar Tradisional yang Nyaman

Apr 08, 2018 13:26
Syamsul Mahmud mengacungkan dua jari tanda nomor urutnya bersama Petahana Moch Anton pada Debat Publik Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang 2018-2023 kemarin (foto: Iim Hardian/MalangTIMES)
Syamsul Mahmud mengacungkan dua jari tanda nomor urutnya bersama Petahana Moch Anton pada Debat Publik Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang 2018-2023 kemarin (foto: Iim Hardian/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Debat publik pasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali kota Malang Periode 2018-2023 kemarin malam (Sabtu, 7/4/2018) diwarnai 'perang' visi dan misi.

Meski tampil sendiri, Syamsul Mahmud percaya diri memaparkan dua belas misi yang ia usung bareng Moch. Anton. Visi paslon nomor urut dua ini yakni ASIK (agamis, progresif, inklusif, dan kreatif).

Dalam pemaparan yang berlangsung satu setengah menit itu, Syamsul menyebutkan lima poin penting. "Ada lima bidang yang menjadi penekanan kami, yakni sumber daya manusia (SDM), kesehatan, dan pendidikan," kata dia. Pemaparan ini terhenti lantaran misi yang disampaikan oleh Syamsul keburu ia paparkan dalam sesi pertama. Padahal di sesi ini, paslon hanya diminta menjelaskan visi secara singkat saja. 

Pada poin kesehatan, Syamsul tidak menjelaskan secara rinci program apa bakal diwujudkan saat ia dan Anton kembali menduduki kursi pemerintahan Kota Malang. Pada poin pendidikan, Syamsul menyatakan Malang sebagai Kota Pendidikan harus mengusahakan peningkatan beasiswa baik sekolah swasta maupun negeri sesuai aturan yang ada. 

Pertanyaan seputar pendidikan ini muncul di sesi jelang penutup. Pertanyaan mengarah pada optimalisasi pendidikan PAUD, SD, dan SMP di sekolah-sekolah swasta.

"Untuk anggaran pendidikan ini tentu tidak serta merta. Harus ada koordinasi dulu dengan dinas pendidikan. Tetapi kami akan mengusahakan agar meningkatkan bantuan untuk sekolah swasta dan negeri sesuai ketentuan yang ada," kata dia. 

Dari penelurusan MalangTIMES, bantuan beasiswa memang masih banyak diberikan kepada sekolah negeri. Pemerintah Kota Malang pada tahun 2016 memberikan bantuan beasiswa baru di sekolah dasar (SD) negeri.

Program beasiswa itu ialah pemberian seragam gratis bagi seluruh siswa SD di Kota Malang sebagai upaya untuk meringankan beban siswa serta meningkatkan kualitas pendidikan. Di tingkat SMP, Dinas Pendidikan Kota Malang memberikan bantuan sejumlah 543 komputer di SMP negeri di Kota Malang. 

Bukan hanya di bidang pendidikan. Paslon ASIK juga menekankan perlindungan kepada pasar tradisional. Dalam debat kemarin (Sabtu, 8/4/2018) malam, Syamsul mengatakan masih banyak pasar tradisional kurang layak.

"Pasar tradisional yang nyaman dan bersih harus diwujudkan. Caranya yakni meninjau kembali perijinan toko-toko modern. Selain itu untuk membangun motivasi pasar-pasar tradisional juga harus meningkatkan daya saing salah satunya dengan produk-produk lokal yang nanti juga akan kita bina," papar Syamsul. 

Kota Malang memiliki pasar tradisional terbesar yakni Pasar Besar. Di beberapa kelurahan juga ada pasar tradisional. Yakni Pasar Rakyat Oro-0ro Dowo, Pasar Gadang, Pasar Klojen, Pasar Blimbing, Pasar Tawangmangu, Pasar Pandanwangi, Pasar Rakyat Bareng, Pasar Kasin, Pasar Kebalen, Pasar Kota Lama, Pasar Sukun, Pasar Tlogowaru, Pasar Kedungkandang, dan Pasar Dinoyo.

Dari data yang dihimpun oleh MalangTIMES, pada tahun 2010 toko-toko modern di Kota Malang sudah melebihi kapasitas. Tahun itu saja sudah capai 100 unit. Idealnya jumlah swalayan modern disesuaikan dengan jumlah penduduk di Kota Malang. Dari data tahun 2017, jumlah penduduk di Kota Malang ialah 895.387. Idealnya memiliki sekitar 20 minimarket saja. 

Terkait perizinan toko modern tertuang dalam izin usaha toko modern (“IUTM”) yang diterbitkan oleh bupati/wali kota. Kewenangan untuk menerbitkan IUTM ini dapat didelegasikan kepada kepala dinas/unit yang bertanggung jawab di bidang perdagangan atau pejabat yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan pelayanan terpadu satu pintu setempat.

Hal ini tertuang dalam pasal 11 Permendag No. 53/M-DAG/PER/12/2008 Tahun 2008 tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern - Permendag 53/2008. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru