Kepala BPKAD Kota Malang Sapto Prapto Santoso saat ditemui MalangTIMES dalam agenda pembahasan Renja. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Kepala BPKAD Kota Malang Sapto Prapto Santoso saat ditemui MalangTIMES dalam agenda pembahasan Renja. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTMES - Penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Malang pada triwulan pertama 2018 ini bisa dibilang masih relatif rendah. Pasalnya, hingga pertengahan Maret lalu angka serapannya masih kurang dari 10 persen. 

Baca Juga : Warga Terdampak Covid-19 di Kabupaten Malang, Bakal Dapat Pasokan Makanan Dapur Keliling

Berdasarkan data Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Malang, serapan per 12 Maret di angka Rp 159,719 miliar. Atau jika dipersentase baru mencapai 7,79 persen dari total APBD Kota Malang sebesar Rp 2,061 triliun. 

Meski demikian, Kepala BPKAD Kota Malang Sapto Prapto Santoso menerangkan bahwa kinerja serapan tahun ini lebih baik dibanding pada 2017 lalu. Pada periode yang sama, realisasi penggunaan angggaran tahun ini menurutnya relatif lebih cepat.

"Tampaknya memang masih kecil, tapi sebenarnya relatif lebih baik dibanding periode yang sama tahun lalu," ujar Sapto.

Jika dibandingkan, pada peridode yang sama 2017 lalu serapan APBD Kota Malang memang lebih rendah. Hingga Maret, anggaran yang terpakai baru di nominal Rp 145,599 miliar. Atau jika dipersentase baru di angka 6,93 persen dari total anggaran belanja Rp 2,1 triliun.

Dia menerangkan, tahun ini seluruh organisasi perangkatdaerah (OPD) sudah diwanti-wanti sejak awal tahun anggaran. Yakni akan ada konsekuensi bagi dinas atau badan yang lambat dalam menggunakan anggaran.

"Dari pimpinan sudah mengingatkan. Jika ada OPD yang lambat dalam penyerapan anggaran, maka usulan-usulan di perubahan anggaran keuangan (PAK) tengah tahun nanti tidak akan disetujui," paparnya.

Sapto mengungkapkan, kebijakan tersebut cukup berdampak signifikan. Terutama untuk segera melaksanakan program-program belanja yang tanpa lelang atau menggunakan mekanisme penunjukan langsung (PL).

Baca Juga : Dinsos-P3AP2KB Salurkan Bantuan bagi 1.666 Warga Miskin

"Saat ini semua tengah dikerjakan ya, harapannya kan semua sesuai dengan jadwal penyerapan triwulan pertama," ujarnya.

Sapto berharap, disiplin OPD dalam menggunakan anggaran dapat memacu penyerapan minimal 90 persen hingga akhir 2018 mendatang.

Secara rinci, Sapto menguraikan bahwa belanja langsung yang telah dilakukan Pemkot Malang hingga pertengahan Maret 2018 ini mencapai Rp 29,256 miliar. Bila dibandingkan target belanja langsung Rp 1,141 triliun, serapan itu baru terlaksana 2,56 persen.

Sementara belanja tidak langsung sudah di angka 14,18 persen. Atau nominalnya Rp 130,426 miliar dari target belanja rutin Rp 919,754 miliar.