Ilustrasi ganasnya pantai Laut Selatan kerap membuat BPBD Kabupaten Malang mengimbau warga ekstrahati-hati. Terjadinya korban kemarin (01/04) sebagai bukti keganasan pantai selatan.(Ist)

Ilustrasi ganasnya pantai Laut Selatan kerap membuat BPBD Kabupaten Malang mengimbau warga ekstrahati-hati. Terjadinya korban kemarin (01/04) sebagai bukti keganasan pantai selatan.(Ist)


Pewarta

Nana

Editor

Yunan Helmy


MALANGTIMES - Nasib tragis Juari (50)! yang bermaksud mencari hiburan dengan memancing di laut bersama anaknya, Alfrid (13), warga RT 10 RW 02, Dusun Krajan,  Desa Pujiharjo,  Kecamatan Tirtoyudo, membuat gempar warga sekitar.  

Pasalnya,  saat mereka asyik memancing  di Pantai Sipelot,  Pujiharjo, serta mencari siput laut di  tepi pantai Karang,  Banteng, Minggu (01/04) kemarin sekitar pukul 13.30 WIB,  ombak besar menghantam mereka. Kedua korban yang sedang asyik beraktivitas akhirnya tergulung ombak. 

Juari dan Alfrid yang terbawa ombak berjuang keras untuk kembali ke tepi. Sayangnya,  Alfrid yang berusaha menolong ayahnya berkali-kali diterjang ombak. Sehingga Juari terlepas dari tangan anaknya dan hilang. 

Alfrid yang terluka karena kena karang berhasil menyelamatkan diri. Dia langsung berlari ke arah desa terdekat untuk meminta pertolongan warga. Penduduk beserta tim sibat dan PMI Kabupaten Malang yang mendapat laporan adanya korban yang terbawa ombak laut langsung melakukan pencarian dengan empat perahu. Penelusuran korban yang dilakukan sampai  sore kemarin tidak menghasilkan. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang membenarkan kondisi pencarian kemarin yang tidak menemukan korban atas nama Juari. "Kondisi menjelang malam dan tidak dimungkinkan untuk melanjutkan pencarian.  Akhirnya dihentikan dan  dilanjutkan hari ini, " kata Bagyo Setyono, kepala bidang kedaruratan dan logistik BPBD Kabupaten Malang, Senin (02/04). 

Upaya pencarian kembali dilanjutkan setelah kemarin terkendala cuaca dan kondisi malam hari yang tidak memungkinkan. Dengan menambah personel untuk melakukan pencarian,  warga sekitar,  sibat,  PMI dan survivor laka laut Pujiharjo akhirnya menemukan korban Senin sekitar pukul 09.10 WIB. "Alhamdulillah akhirnya  korban setelah sehari hilang bisa kita temukan. Kondisi korban meninggal dunia, " ujar Bagyo. 

Terjadinya kecelakaan laut di pantai selatan Malang terbilang tinggi. Tercatat sejak tahun 2018 sampai sekarang,  telah terjadi tujuh korban akibat keganasan gelombang laut selatan. Hal ini dikarenakan gelombang laut selatan yang besar dan lengahnya para korban saat berada di sekitar pantai. 

Kondisi inilah yang membuat BPBD Kabupaten Malang kerap mengimbau wisatawan maupun warga yang sedang berada di pantai selatan untuk ekstra waspada dan mematuhi aturan yang dibuat oleh pengelola pantai selatan. 

"Laut selatan terkenal gelombangnya dan memiliki kerawanan. Karena itu kami terus mengimbau agar selalu berhati-hati, " pungkas Bagyo. (*)

End of content

No more pages to load