Kepala Bakesbangpol Kota Malang Drs Indri Ardoyo, MSi (foto: Dok/MalangTIMES)

Kepala Bakesbangpol Kota Malang Drs Indri Ardoyo, MSi (foto: Dok/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Penetapan dua calon Wali Kota Malang M. Anton dan Yaqud Ananda Gudban sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mau tak mau membuat kepercayaan masyarakat akan pemimpin daerah mereka turun.

Terkait hal ini, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Malang Indri Ardoyo mengatakan pihaknya sudah mempersiapkan berbagai langkah. 

"Kalau masalah itu memang dikhawatirkan akan berdampak pada partisipasi pemilih. Tahun ini memang tahun politik yang cukup berat. Walaupun saat ini terjadi peristiwa penetapan tersangka oleh KPK itu tetapi kami berharap masyarakat tetap tenang," ujar Indri pada MalangTIMES. 

Dia menjelaskan partisipasi politik warga masyarakat Kota Malang memang mengalami penurunan. Tahun 2008 sebesar 71 persen. Sayangnya, pada tahun 2013 partisipasi politik turun menjadi 65 persen.

"Makanya target kita di tahun ini paling tidak kembali di angka 70 persen. Dan kami melakukan berbagai langkah untuk mewujudkan hal tersebut," sambung alumnus SMAN 1 Malang ini. 

Menurut Indri peningkatan kesadaran politik harus dimulai sejak muda. Oleh sebab itu, kegiatan sosialisasi politik kepada generasi muda makin serius digarap.

"Generasi muda atau generasi milenial ini kita adakan kegiatan namanya sosialisasi dan pendidikan politik. Kita kerjasama dengan komisi Pemilihan Umum (KPU). Setiap SMA mengirimkan sepuluh orang siswa. Kami. Adakan kegiatan ini bulan lalu. Isi materinya adalah seputar tata cara menggunakan hak pilih," beber Indri. 

Kegiatan pendidikan politik kepada generasi muda itu diikuti oleh tak kurang dari 800 siswa SMA se Kota Malang. Selain itu, Indri membeberkan bahwa pendidikan politik juga dilakukan kepada kalangan mahasiswa.

"Kalau mahasiswa karena kita kan berpikir banyak yang juga dari luar Malang, dan agak susah identifikasinya. Makanya yang mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi kegiatan pendidikan politik kita lakukan bareng dengan masyarakat," jelas dia. 

Indri mengatakan untuk kegiatan politik dengan masyarakat itu, pihaknya mengundang 1500 warga Malang dari lima kecamatan.

"Kegiatan untuk pendidikan politik masyarakat akan kami adakan mulai tanggal 2, 4, dan 5 April nanti. Sebelumnya dua kecamatan sudah yakni di tanggal 21 dan 22 April," kata pria bergelar magister ini. 

Sementara itu, bertepatan dengan HUT Kota Malang yang ke-104 yang jatuh pada hari ini (Minggu, 1/4/2018) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Malang Indri Ardoyo memiliki harapan bagi Kota Malang tercinta. 

"Harapan saya pemerintah lebih baik. Ada peningkatan kerja dari pemerintahan Kota Malang ini lebih baik. Kota Malang makin jaya dan sukses selalu. Bagi saya Malang tetaplah Malang yang dulu. Yang berubah hanya umurnya. Dirgahayu Kota Malang ku tercinta," ucap Indri. (*)

End of content

No more pages to load