Ilustrasi persiapan pendakian Gunung Semeru. (Foto: menlhk.go.id)
Ilustrasi persiapan pendakian Gunung Semeru. (Foto: menlhk.go.id)

MALANGTIMES - Penyuka kegiatan alam dapat kembali mengakses jalur pendakian Gunung Semeru. Gunung dengan ketinggian 3.767 meter dari permukaan laut di perbatasan Kabupaten Malang dan Lumajang itu rencananya bakal kembali dibuka untuk umum pada 4 April mendatang. 

Dalam rilis resminya, Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) John Kennedie mengungkapkan bahwa sebelum membuka jalur pendakian, pihaknya telah menggelar rapat koordinasi dengan seluruh pihak terkait. "Dari rapat itu ada beberapa kesepakatan yang ditandatangani bersama, salah satunya pembukaan jalur pendakian Gunung Semeru pekan depan," ujarnya. 

Meski demikian, ada dua catatan penting yang menjadi rekomendasi seluruh stake holder dalam aktivitas pendakian di gunung tertinggi di Pulau Jawa itu. "Pertama, tidak melakukan pendakian hingga ke puncak Mahameru. Kedua, pendakian dibatasi hingga Kalimati," tegasnya.

Status Gunung Semeru pada Level II (waspada), sehingga pendaki tidak boleh melakukan aktivitas dalam radius 4 kilometer dari puncak Jonggring Saloko karena berbahaya. Hal tersebut merupakan rekomendasi dari Badan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Dia mengungkapkan, pembukaan kembali Gunung Semeru untuk umum itu setelah dilakukan survei dan pembersihan jalur pendakian oleh petugas TNBTS. Sehingga, jalur tersebut dinyatakan aman untuk didaki karena bersih dari pohon tumbang maupun tanah longsor. 

Selain itu, seluruh sarana dan prasarana juga telah disiapkan untuk menyambut kedatangan pendaki. "Sarana dan prasarana pendukung di sepanjang jalur mulai dari Ranu Pane hingga Kalimati, juga rambu-rambu petunjuk juga sudah ada," tegasnya. 

Tak hanya itu, pihak TNBTS juga telah membuat tanda batas atau stingline untuk menandai antara area perkemahan atau camping ground dengan area yang tidak boleh didirikan tenda. Juga ada penambahan penanda jalur arah Kalimati ke Arcopodo yang menunjukkan kawasan rawan longsordan tebing. 

Pihak TNBTS mengimbau agar para pendaki mau mematuhi rekomendasi tersebut. Terlebih untuk mewujudkan zero accident atau tanpa kecelakaan dan juga zero waste atau bebas sampah. "Kami juga imbau agar para pendaki menggunakan jalur resmi pendakian agar tidak tersesat," tegasnya.

Aktivitas pendakian di Gunung Semeru tersebut sebelumnya ditutup pada 1 Januari 2018 lalu. Penutupan tersebut seiring masuknya puncak musim penghujan yang dikhawatirkan memicu cuaca buruk di jalur pendakian. Selain itu, penutupan selama tiga bulan tersebut juga untuk pemulihan ekosistem secara alamiah di sepanjang jalur pendakian.