Bupati Malang Dr H Rendra Kresna (tiga dari kanan) didampingi Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara (kiri) foto bersama usai pemberian cindera mata dari Presiden IOBT, Imam Hoirudin (kanan). (foto : Imam Syafii/MalangTIMES)
Bupati Malang Dr H Rendra Kresna (tiga dari kanan) didampingi Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara (kiri) foto bersama usai pemberian cindera mata dari Presiden IOBT, Imam Hoirudin (kanan). (foto : Imam Syafii/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Bupati Malang Dr H Rendra Kresna mengibaratkan potensi pariwisata Kabupaten Malang layaknya bersandar gunung dan memandang lautan.

Hal itu diungkapkan Rendra Kresna ketika dirinya menjadi pemateri Seminar Nasional Pendidikan Pariwisata yang diselenggarakan International Organization of Business and Tourism (IOBT) yang digelar di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jalan Agus Salim, No.7, Malang, Jumat (30/3/2018) sore.

Di hadapan ratusan peserta dari mahasiswa dan pelaku wisata ini, Rendra Kresna memaparkan berbagai macam potensi wisata di Kabupaten Malang.

"Bicara soal destinasi wisata di Kabupaten Malang tak akan ada habisnya, pasalnya banyak sekali potensi wisata yang bisa dinikmati para wisatawan," kata orang nomor satu di Pemerintahan Kabupaten Malang itu.

Apa saja potensi wisata yang bisa dinikmati wisatawan, menurutnya kabupaten punya wilayah yang strategis di kelilingi gunung da pantai yang indah.

"Saya mengibaratkan keindahan pariwisata Kabupaten Malang Bak bersandar di gunung dan memandang indahnya lautan. Karena banyaknya pantai yang mengelilingi wilayah Kabupaten Malang," kata Rendra Kresna di hadapan ratusan peserta seminar pendidikan pariwisata.

Lebih lanjut, kata Rendra Kresna Kabupaten Malang adalah kabupaten satu-satunya di Indonesia yang dikelilingi enam gunung.

"Kami punya enam gunung yang elok itu adalah Gunung Bromo, Semeru, Arjuni, Anjasmoro, Kelud dan Kawi. Kalian semua di sini bisa berkunjung kesana, pasti bagus untuk foto selfie," ucapnya.

Selain itu berbagai macam wisata Kabupaten Malang yang bisa dikunjungi mulai coban, adventure, desa wisata, wisata agro, budaya dan dirgantara.

Karena itulah, Pemerintah Kabupaten Malang getol menyukseskan program prioritas sesuai visi dan misi pembangunan Pemerintah Kabupaten Malang yaitu mengurangi kemiskinan, melestarikan lingkungan hidup dan mengoptimalkan sektor kepariwisataan.

"Kami terus meningkatkan pariwisata berbasis lingkungan pedesaan lewat desa wisata, sesuai tagline The Heart of East Java sebagai jantungnya pariwisata di Jawa Timur," pungkasnya.

Ketua Penyelenggara, Ahan Syahrul Arifin menyampaikan maksud dan tujuan seminar ini untuk mengembangkan dan membangun pariwisata lebih luas dengan meningkatkan perekonomian masyarakat di Malang Raya.

"Jadi wisata itu tidak memberikan aspek rekreasi saja, tapi mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jangan sampai pariwisata dibangun hanya untuk kepentingan orang-orang tertentu saja," kata Syahrul kepada MalangTIMES.

Menurutnya, kebijakan desa wisata yang dikembangkan Kabupaten Malang contoh sukses dalam menumbuhkan pariwisata yang meraih prestasi nasional. 

"Kami bangga dengan Desa Wisata Pujon Kidul yang meraih prestasi nasional yang luar biasa dan bisa menjadi pilot projek daerah wisata lainnya," jelasnya.

Disamping itu, IOBT ini bergerak bidang kepariwisataan untuk meningkatkan dan menelurkan kebijakan dari pemerintah daerah untuk membangun kerjasama dengan baik. Seen asosiasi desa wisata Indoneisa untuk menemukan bagaimana cara mengembangkan pariwisata yang baik.

Acara yang mengusung tema "Mengembalikan Marwah Pesona Malang Raya dalam Merebut dan Mempengaruhi Pasar Dunia' ini dibuka dengan Tari Topeng Malangan dan Tari Ja'i Kreasi Ngada dari Flores yang dibawakan 8 orang laki-laki dan perempuan mengenakan pakaian adat Flores beserta senjata pedang.

Serta dihadiri Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang  Made Arya Wedanthara, Anggota DPR RI Komisi X, Ridwan Hisjam, Presiden IOBT, Imam Hoirudin.