Presiden Joko Widodo saat bertemu dengan tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama di Kota Malang. (Foto: Biro Pers Setpres for MalangTIMES)
Presiden Joko Widodo saat bertemu dengan tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama di Kota Malang. (Foto: Biro Pers Setpres for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dalam kunjungan kerjanya di Kota Malang, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) tidak luput memberi pesan khusus. Terutama terkait situasi perpolitikan yang memanas memasuki masa-masa kampanye Pilkada dan Pilgub Jatim, maupun menyambut Pileg dan Pilpres 2019 mendatang. 

Jokowi menekankan pentingnya untuk tetap bersatu serta menjaga persaudaraan dan persatuan. "Kita memang berbeda beda. Kalau saya titip, walau ada pilihan bupati, wali kota, gubernur, pilihan presiden pilihlah pemimpin yang paling baik menurut bapak ibu semua," ucap Jokowi yang disambut tepuk tangan riuh ribuan warga Malang Raya. 

"Itu adalah pesta demokrasi setiap lima tahun. Silakan berpesta, setelah itu rukun kembali. Jangan sampai cuma gara-gara pilkada, pilpres, pilgub, sama tetangga nggak omongan. Dengan saudara sendiri enggak rukun," tambahnya.

Jokowi menegaskan bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang besar dengan beragam suku bangsa.

Hal tersebut, lanjutnya, tidak lantas menjadi ancaman. Melainkan sebuah kekuatan untuk memajukan bangsa dan negara. "Di Afghanistan misalnya, perang karena gesekan suku. Di sini harus dijaga bersama, jangan sampai jadi tidak bersaudara karena pesta demokrasi," tegasnya.

Dia mengungkapkan bahwa adanya kritik dan saran masyarakat memang sangat dibutuhkan pemerintah. "Saya tahu masih banyak yang harus dibenahi. Tapi harus bersama untuk jadi negara maju," harapnya.