Ketua Tim ASIK Arief Wahyudi dan Juru Bicara Tim Menawan Dito saat menghadiri rapat koordinasi debat paslon di Kantor KPU Kota Malang.  (Foto: Hezza Sukmasita/MalangTIMES
Ketua Tim ASIK Arief Wahyudi dan Juru Bicara Tim Menawan Dito saat menghadiri rapat koordinasi debat paslon di Kantor KPU Kota Malang. (Foto: Hezza Sukmasita/MalangTIMES

MALANGTIMES - Waktu debat terbuka calon Wali Kota Malang semakin dekat. Namun masih ada satu hal yang mengganjal agenda yang sedianya akan dilaksanakan pada 7 April mendatang.

Baca Juga : Ini Jawaban Ustaz Yusuf Mansur saat Ditanya Apakah Dukung Anies Baswedan Maju Pilpres 2024

Permasalahan tersebut tak lain adalah tidak ikut sertanya calon wali kota Yaqud Ananda Gudban dan H Moch Anton karena tengah menjadi tahanan KPK.

Ketua Tim Pasangan Calon HM Anton - Syamsul Mahmud (ASIK),  Arief Wahyudi mengungkapkan keberatan atas kondisi tersebut. Dirinya merasa ada ketidakadilan antara calon dengan formasi lengkap dengan yang tidak.

"Tidak adil jika yang lengkap melawan yang pincang. Kita itu kita bicarakan dengan KPU,"ungkapnya kepada MALANGTIMES saat menghadiri rapat koordinasi debat paslon di Kantor KPU Kota Malang, Kamis (29/3/2018).

Merasa tidak adil, Arief mengusulkan untuk melakukan penundaan agenda debat pasangan calon. Dia juga meminta kepada KPU mengusahakan agar pasangan calon yang ditahan dapat hadir dalam debat terbuka.

"Usulan kami yang paling ekstrim adalah digagalkan (debat terbuka). Atau diundur agar kami bisa berkoordinasi terlebih dahulu dengan calon yang sedang ditahan," tegasnya.

Baca Juga : Dewan Dorong Pemkot Malang Salurkan Bantuan Sembako bagi Warga Terdampak Covid-19

Hampir serupa dengan Arief, juru bicara Menawan, Dito,  mengungkapkan keberatan atas ketidakadilan yang dirasakan timnya, sama seperti tim ASIK. Namun, Dito menawarkan opsi lain terkait dengan sistematika debat.

"Apa ada opsi lain untuk debat? Mungkin debat tanpa calon wali kota sehingga hanya wakilnya saja. Tapi kami sudah mempersiapkan kemungkinan terburuk bila hanya Mas Wanedi saja yang harus ikuti debat," jelasnya.

"Jika begitu nanti akan kami siapkan untuk Mas Wanedi show," imbuhnya.

Menghadapi masa sulit ini Dito mengaku ada PR (pekerjaan rumah)  tambahan bagi tim Menawan terkait dengan status Nanda yang belum final. "Ya terkait dengan dugaan suapnya juga," pungkasnya.