Dua Calon Wali Kota Malang dan Lima Anggota DPRD Kota Malang Ditahan KPK

Mar 27, 2018 18:30
Tangkapan layar video Wali Kota Malang (non-aktif) Moch Anton mengenakan rompi orange tahanan KPK di Jakarta. (Foto: @idntimes)
Tangkapan layar video Wali Kota Malang (non-aktif) Moch Anton mengenakan rompi orange tahanan KPK di Jakarta. (Foto: @idntimes)

MALANGTIMES - Komisi Pemberantasan Korupsi langsung bertindak mengamankan para tersangka kasus dugaan suap pembahasan APBD Perubahan (APBD-P) Pemerintah Kota Malang tahun anggaran 2015. Tujuh tersangka ditahan usai menjalani pemeriksaan hari ini (27/3/2018) di Jakarta.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha mengungkapkan bahwa keputusan penahanan tersebut dilakukan tim penyidik usai melakukan pemeriksaan. "Untuk kepentingan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi suap terkait pembahasan APBD-P Pemerintah Kota Malang Tahun Anggaran 2015, hari ini penyidik KPK melakukan upaya hukum penahanan terhadap tujuh tersangka," ujar Priharsa melalui pesan WhatsApp.

Di antara tujuh tersangka yang ditahan, dua di antaranya adalah calon Wali Kota Malang. Yakni petahana Moch Anton atau MA dan Ya'qud Ananda Gudban atau YAB yang pada tahun tersebut menjabat Ketua Fraksi Hanura-PKS. 

Sedangkan lima anggota dewan yang ditahan yaitu Heri Pudji Utami atay HPU (Ketua Fraksi PPP-Nasdem), Sukarno atau SKO (Ketua Fraksi Golkar), dan Hery Subiantono atau HS (Ketua Fraksi Demokrat). Juga Wakil Ketua DPRD Kota Malang Rahayu Sugiarti atau RS dan anggota dewan Abd Rachman atau ABR.

"Untuk 20 hari ke depan, penahanan terhitung mulai hari ini di lima rumah tahanan berbeda," urainya. Uraiannya, Tersangka RS ditahan di Rutan Klas 1 Jakarta Timur cabang KPK. Tersangka HPU dan YAB di Rutan Klas IIA Jakarta Timur (Pondok Bambu). HS dan SKO di Rutan Polres Jakarta Timur dan ABR di Rutan Polres Jakarta Selatan. "Sedangkan, MA (Walikota Malang periode 2013-2018) ditahan di Rutan Klas 1 Jakarta Timur cabang KPK yang berlokasi di Pomdam Jaya Guntur," terangnya. 

Dilansir IndTimes.com, Wali Kota Malang (non-aktif) Moch Anton tampak keluar dari gedung KPK mengenakan rompi orange tahanan KPK. Pada awak media, Anton tidak berkomentar banyak. "Diikuti saja proses hukumnya," ucapnya saat para wartawan mengajukan pertanyaan.

Topik
Wali Kota MalangKPKAbah Antonkasus dugaan suap pembahasan APBD Perubahan

Berita Lainnya

Berita

Terbaru