Kepala DPUPR Kota Malang Hadi Santoso (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Kepala DPUPR Kota Malang Hadi Santoso (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Terobosan kembali dicanangkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang. Ke depan, DPUPR tak hanya memberikan pelatihan-pelatihan teori untuk para pekerja dan penyedia jasa konstruksi di Kota Malang agar lebih maju dan semakin mumpuni. Namun, DPUPR bakal mengupayakan adanya praktik langsung.

Kepala DPUPR Kota Malang Hadi Santoto memgungkapkan, jika sebatas pelatihan teori, hasil yang didapatkan para pekerja maupun para penyedia konstruksi masih belum maksimal. Maka dari itu, setelah pelatihan teori yang digelar pada 14 Maret 2018 lalu, DPUPR mengupayakan tindak lanjut dengan praktik langsung.

"Praktik langsung itu penting. Yang namanya sertifikat keterampilan (SKT) tidak hanya administrasi saja, tapi juga ada hal-hal tehnis," beber Soni, sapaan akrab kepala DPUPR tersebut.

Maka dari itu, pihaknya akan mengupayakan program itu dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) untuk mengusulkan anggaran pelatihan praktik langsung.

"Kalau tidak ada tindak lanjut, kan eman. Malah terputus. Dan Pak Gentur (ketua Lembaga Pengembang Jasa Konstruksi/LPKJ) Jatim juga mendukung adanya praktik langsung ini," ujarnya.

Untuk fasilitas dan peralatan praktik, di DPUPR Kota Malang sudah tersedia beberapa jenis bidang konstruksi. Antara lain praktik bidang jalan, bidang baja, beton, menghitung kekeuatan besi, dan uji slam.

"Tapi yang untuk konstruksi kayu, kami belum ada. Untuk itu, tentunya kami akan terus mengupayakan agar teman-teman jasa konstruksi bisa lebih memiliki kemampuan yang mumpuni," pungkas Soni. (*)

End of content

No more pages to load