Rokok ilegal merk H Mild yang siap dikirim ke Palembang berhasil dicegah oleh Bea Cukai Malang atas kerja sama perusahaan jasa kiriman di Kota Malang. (Foto: Bea Cukai Malang for MalangTIMES)
Rokok ilegal merk H Mild yang siap dikirim ke Palembang berhasil dicegah oleh Bea Cukai Malang atas kerja sama perusahaan jasa kiriman di Kota Malang. (Foto: Bea Cukai Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Peredaran rokok ilegal yang diproduksi di wilayah Malang Raya tidak hanya diedarkan di Pulau Jawa. Melainkan juga menyasar pasar luar Pulau Jawa. Meski salah satu upaya penyebaran produk tembakau tanpa cukai itu berhasil digagalkan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Tipe Madya Cukai Malang. 

Kepala KPP Bea Cukai Malang Rudy Hery Kurniawan dalam rilis resminya mengungkapkan bahwa pihaknya berhasil mencegah pengiriman paket yang berisi rokok ilegal sebanyak lima karung. "Kami mendapati rokok SKM (sigaret kretek mesin) dengan merek H Mild sebanyak lima karung atau sejumlah 4 ribu bungkus dan total 64 ribu batang rokok," urainya. 

Rudy memaparkan, pihak Bea Cukai Malang mengetahui keberadaan barang ilegal tersebut dari laporan kantor ekspedisi 'RI' di Kota Malang. Menurut Rudy, temuan itu bermula dari kecurigaan pengusaha jasa kiriman terhadap salah satu paket. "Pada resinya tercatat bahwa nama pengirim merupakan salah satu perusahaan rokok di wilayah Malang Raya yang mengirimkan paket berupa karung ke daerah Palembang dan tercium aroma tembakau dari paket itu," jelasnya. 

Petugas jasa kiriman kemudian menghubungi Bea Cukai Malang untuk melakukan pemeriksaan terhadap paket kiriman tersebut. "Kami segera bergerak dan melakukan pengecekan. Ditemukan ada 4 ribu bungkus rokok ilegal isi 16 batang," tuturnya. Perkiraan nilai barang tersebut sekitar Rp 45,76 juta dan potensi kerugian cukai mencapai Rp 23,68 juta. 

Bea Cukai Malang juga menindaklanjuti dengan menghubungi pengusaha rokok yang tercantum sebagai pengirim pada resi. "Pengusaha rokok yang diduga mengirim tersebut menyatakan bahwa pihak perusahaan tidak pernah mengirim paket tersebut. Terhadap barang pelanggaran itu, sedang dilakukan penelitian lebih lanjut oleh Seksi penyidikan dan Barang Hasil Penindakan," pungkasnya.