Tak Mau Partisipasi Turun Dalam Pilkada, Bakesbangpol Kumpulkan Banyak Tokoh

MALANGTIMES - Upaya mencegah penurunan jumlah partisipasi masyarakat dalam mengikuti Pilkada di Kota Malang terus digencarkan.  Harapannya tidak seperti tahun 2013, yang partisipasinya  hanya 64,74 persen. Jumlah partisipasi masyarakat itu lebih rendah dibandingkan tahun 2008 yang sebesar 70,30 persen.

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Malang menggelar rapat kordinasi Kegiatan Peningkatan Partisipasi Politik Masyarakat dalam Pemilu.

Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota Malang, Wahid Wahyudi mengungkapkan, bahwa dalam Pilkada yang akan segera berlangsung, diharapkan partisipasi masyarakat tidak kembali menurun. Sehingga dalam keterlibatan memilih figur pemimpin semua elemen masyarakat terlibat dan menemukan pemimpin yang benar-benar tepat serta sesuai keinginan dari masyarakat.

"Kami berharap pada Pilkada tahun ini partisipasi politik bisa meningkat lebih dari 70 persen.  Karena apa, karena momen pilkada ini merupakan penentu nasib Kota Malang kedepan, sehingga semua elemen masyarakat harus terlibat," jelasnya

Untuk itu, semua pihak harus berperan dalam meningkatkan partisipasi politik. Selain itu, dalam mensosialisasikan Pilkada harus seintensif mungkin, sehingga dampaknya peningkatan partisipasi politik akan semakin meningkat.

"Khususnya kepada kalangan pemilih pemula agar diberikan sosialisasi supaya mereka bisa turut andil dan  tidak golput," bebernya di Hotel Savana (21/3/2018).

Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Indri Ardoyo mengungkapkan, bahwa dalam kegiatan yang digelar, melibatkan jumlah peserta 1.500 orang yang dibagi dalam lima hari kegiatan.

" Tanggalnya  21 dan 22 Maret 2018, setelah itu dilanjutkan lagi tanggal 3, 4, 5 April 2018, " bebernya

Lebih lanjut ia menyampaikan, 1500 orang tersebut terdiri dari unsur tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh agama, tokoh pemuda, kader bela negara, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), perguruan tinggi, kader partai politik, lurah, camat, dan segenap Forum Pimpinan Daerah (Forpimda).

"Output dari kegiatan ini ya diharapkan para peserta bisa menularkan ke masyarakat sekelilingnya untuk berpartisipasi dalam Pilkada untuk menentukan masa depan kotanya,"pungkasnya

Top