Harga ayam potong di Pasar Kepanjen naik, masyarakat memilih untuk tidak mengonsumsinya. (Ist)
Harga ayam potong di Pasar Kepanjen naik, masyarakat memilih untuk tidak mengonsumsinya. (Ist)

MALANGTIMES - Beberapa hari terakhir ini,  masyarakat berusaha menahan hasratnya untuk membeli daging ayam di pasaran Kabupaten Malang. Pasalnya,  harga ayam potong merangkak naik setiap harinya. Dari harga normal Rp 28 ribu per kilogram menjadi Rp 30 ribu. 

Hal ini dikeluhkan oleh pedagang ayam potong di Pasar Besar Kepanjen yang menjadi salah satu barometer harga komoditas yang dibutuhkan masyarakat di Kabupaten Malang. Liyanti, salah satu pedagang ayam potong, mengakui adanya kenaikan harga tersebut. 

"Sudah naik dari beberapa hari lalu. Kenaikan ayam potong ini terasa sekali dengan pendapatan saya yang  turun dari biasanya, " katanya kepada MalangTIMES,  Minggu (18/03). 

Liyanti melanjutkan,  sebelum adanya kenaikan harga,  walaupun kisarannya hanya Rp 2 ribu per-Kg, telah menyebabkan jualannya turun sebanyak 15 ekor setiap harinya. "Biasanya bisa menjual 50 ekor daging ayam potong. Ini hanya bisa menjual 35 ekor daging ayam potong setiap harinya, " keluhnya. 

Kenaikan harga ayam potong dibenarkan juga oleh beberapa pedagang di pasar besar Kepanjen. Awaluddin yang terbilang cukup lama menjadi penjual daging ayam potong menyampaikan, kenaikan harga ayam memang tidak bisa dielakkan. 

"Kita belinya naik,  tentu jualnya juga kita naikkan. Tapi memang dengan kenaikan ini membuat pendapatan turun. Masyarakat mungkin 'ngerem' dulu beli ayam potong sampai harganya normal, " terangnya. 

Awaluddin juga mengatakan, naiknya harga daging ayam potong ini membuat persaingan sesama pedagang juga menjadi cukup ketat. Diperparah dengan banyaknya penjual ayam daging potong yang menjajakan dagangannya di luar pasar.

Hal ini, menurut Awaluddin, membuat masyarakat lebih memilih membeli di luar dibandingkan kios atau lapak yang berada di dalam pasar. "Ini juga berpengaruh bagi sepinya penjual ayam  yang ada di dalam pasar, " ujarnya yang menegaskan dirinya bersama pedagang ayam potong lainnya berharap harga ayam bisa kembali normal. 

"Kelihatannya harga jual naik dan ada anggapan,  kita dapat untung banyak. Sebaliknya,  mas,  lebih baik harga normal. Kita bisa jual dan habis banyak, " pungkas Awaluddin. (*)