Ahmad Wanedi (kanan) saat mendampingi Ya'qud Ananda Gudban di kantor media center Menawan (Foto : Istimewa)
Ahmad Wanedi (kanan) saat mendampingi Ya'qud Ananda Gudban di kantor media center Menawan (Foto : Istimewa)

MALANGTIMES - Bencana alam yang terjadi di Kota Malang tentu menjadi masalah serius bagi pemerintah kota (pemkot). 

Baca Juga : Ini Jawaban Ustaz Yusuf Mansur saat Ditanya Apakah Dukung Anies Baswedan Maju Pilpres 2024

Kontur tanah yang miring menjadi salah satu penyebab longsor. Kondisi ini dialami oleh warga Kelurahan Bandungrejosari Kecamatan Sukun.

Didik Harianto (40) Ketua Karang Taruna Xodel 3210 Bandungrejosari mengungkapkan bahwa salah satu masalah terbesar yang menjadi keresahan warga adalah tanah longsor.

"Di sini rawan longsor mas, banyak rumah warga yang hancur karena longsor," kata Didik. 

Ia menyontohkan tahun lalu, akibat hujan deras salah satu rumah warga hancur tertimbun tanah. "Kemarin yang terparah itu ada satu, rumahnya tidak bisa digunakan lagi," ujarnya. 

Hal yang sama juga diungkapkan oleh salah satu korban longsor, Nini Nuryati (53) warga Klayatan gang Dahlia Kelurahan Bandungrejosari. "Belakang rumah saya ini rawan mas, tapi semenjak ditanam pohon sekarang sudah agak aman," kata Nini. 

Jumlah titik longsor yang ada di Kelurahan Bandungrejosari sebenarnya ada beberapa, namun yang paling urgen sebanyak tiga titik. Setiap titiknya berdekatan satu dengan lain. "Jadi warga Gang Dahlia ini berada tepat dititik yang rawan longsor, kurang lebih ada tiga titik," kata Didik menjelaskan. 

Dengan adanya partisipasi warga lanjutnya, dua titik yang rawan longsor berhasil diminimalisir. "Waktu itu warga secara sukarela, gotong royong bersama tanam pohon di tiap titik yang rawan longsor," katanya seraya melanjutkan "Alhamdulillah dua titik berhasil yang satunya masih belum,". 

Baca Juga : Dewan Dorong Pemkot Malang Salurkan Bantuan Sembako bagi Warga Terdampak Covid-19

Bantuan yang diajukan warga kepada pemerintah untuk menangani masalah longsor hanya berakhir di meja dan tanpa ada realisasi yang jelas.

"Sudah lima tahun kita ajukan tapi belum ada bantuan pemerintah, hanya Bu Nanda saja yang turun bantu atasi masalah saluran di sini," katanya

Menanggapi akan hal tersebut Calon Wakil Wali Kota Malang nomor urut 1 Ahmad Wanedi mengungkapkan fokus utama pembangunan seharusnya didasarkan pada kebutuhan masyarakat sehingga tidak ada warga yang dikorbankan.

"Pembangunan itu tidak boleh tebang pilih, tetap harus berdasarkan kebutuhan warga," kata Wanedi. 

Lanjut Wanedi, Pemerintah seharusnya tanggap dengan setiap masalah yang dialami oleh masyarakat, khususnya mengenai hal-hal yang sifatnya darurat. 

"Sebenarnya harus ada dana yang disediakan, karena itu juga untuk keselamatan masyarakat," pungkasnya.